Sinergi Pertamina dan Transportir Lanjutkan Budaya K3

107 views

Pertamina Gelar Kegiatan Budaya K3 untuk Kelangsungan Bisnis Energi di Sumbagsel

Divianews.com | Palembang — Sifat pekerjaan yang beresikotinggi, sudahmenjadibagiandariperusahaanenergi. Bagi Pertamina, Kesehatan dan KeselatanKerja (K3) sertaaspek-aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sudahmenjadibudaya yang diprioritaskan, dan juga selalu dilakukan penyegaran untuk memastikan budaya itu tetap dijalankan.

 

MemasukiBulan K3, Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel kembali melakukan berbagaikegiatan untuk mengevaluasi kejadian yang terjadi di tahun 2018 dan juga memastikan kejadian itu tidakterjadi di kemudianhari. DengantemaBulan K3 PT Pertamina (Persero)Wujudkan HSSE Beyond Culture untuk Business Sustainibility, rangkaian kegiatan di MOR II Sumbagsel dari hari ini hingga penutupan 8 Februari dipastikan untuk mengingatkan kembali HSSE adalah budaya.

 

Membuka acara ini, Pjs. General Manager MOR II Sumbagsel, Aji Anom memastikan bahwa budaya HSSE adalah kunci tercapainya keberhasilan bisnis. “Aspek HSSE menjadifokus dan prioritasutamaseluruhinsan Pertamina, menjadi pondasi untuk menjadi perusahaan energi kelas dunia serta kunci mewujudkan kemandirian energi nasional. Zero Fatality harus bisa dicapai,” katanya.

 

RangkaiankegiatanBulan K3 di MOR II Sumbagsel dibukad engan awareness bagi transportir dalam masalah keselamatan transportasi darat. Menurut Hendrix Eko Vebriono, HSSE Manager Region II Sumbagsel, transportasi darat yakni mobil tanki menjadi modatransportasi utam adalam bisnis Pertamina untuk mengirimkan energi bagi masyarakat, hinggakepelosok negeri.

 

“Ada 11 Corporate Life Saving Rules di Pertamina sebagaibentukimplementasibudaya HSSE, saat ini ditambahkan satu (1) jadi 11 + 1, yakni safety driving. Berdasarkan pengalaman kami, kecelakaan lalulintas bisa sangat merugikan, dan kami ingin memastikan insiden terkait lakalantas bisa terus diminimalisir, dan kami merangkul para transportir untuk mewujudkan hal tersebut,” kata Hendrix.

 

Materi penyegaran tentang keselamatan transportasi darat ini di isi salah satunya oleh BernoSyamsul, HSSE PT Pertamina (Persero) di bidang safety Management. MenurutBerno, insiden terkait lakalantas mobil tanki mayoritas disebabkan oleh faktormanusia, barudisusul oleh faktoreksternal dan faktorteknis.

 

“Perilakusaatmengemudi, kelelahan, dan kompetensi pengemudi itu sendiri biasanya penyebab utama lakalantas mobil tanki. Karenanya, kitabersama-sama dengan transportir harus terus mengevaluasi dan melakukan penyegaran berkala memastikan budaya HSSE juga tertanamdi masing-masingawakmobiltanki (AMT),” jelasBerno.

 

Selainitu, Berno juga terus mengingatkan perusahaantransportir untuk mengawasibaik AMT maupun kendaraannya. Pengawasan yang baik menurutnya akan meminimalisir insiden karena sifatnyad apat mencegah. “Jangan diawasi dan dievaluasi setelah terjadi insiden, tapi berkala,” tambahnya.

 

Salah satutransportir di wilayah Lampung, Ujang, juga mengikuti kegiatan awareness ini. Baginya, kegiatan seperti ini dapat memperera tbudaya HSSE Pertamina dengan transportir sehingga akan tercipta sinergi yang makin baik.

 

“Selamaini Pertamina memang mewajibkan aturan K3 yang ketat, dan kami mengerti bahwa itu demi keselamatan bersama. Dengan kegiatansepertiini, kami bisa melihat penyebab besar lakalantas, dan dengannya kami bisaevaluasi, membuatinovasi, dan bahu membahu untuk selalu mengingatkan pentingnya HSSE dalambekerja,” pungkas Ujang. (adi)

Posting Terkait