Kubu Prabowo Tangkis ‘Serangan’ Jokowi

20 views

Calon Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto

Divianews.com | Jakarta – Calon presiden petahana Joko Widodo belakangan gencar melontarkan ‘serangan’ ke lawan politiknya. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang notabene penantang, menangkis Jokowi.

‘Serangan’ dari Jokowi ke kubu Prabowo di antaranya tentang timses yang menggunakan propaganda ala Rusia. Jokowi menyerang kubu Prabowo saat kampanye di Surabaya dan Semarang pada Sabtu (2/2) dan Minggu (3/2) kemarin.

“Yang dipakai konsultan asing. Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli. Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa?” kata Jokowi di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dikutif dari detik.com, Minggu (3/2/2019).

Kubu Prabowo meminta Jokowi santai saja. Lebih jauh, mereka menepis anggapan jika Prabowo memakai strategi propaganda ala Rusia.

“Woles aja Pak Jokowi, kami hadapi semuanya dengan senyuman kok, nggak pakai menuduh-nuduh,” ujar jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menepis Jokowi.

Dahnil menyampaikan bahwa timnya tidak menggunakan kampanye ala Rusia. Prabowo, lanjut Dahnil, justru menggunakan kampanye ala Bojongkoneng dengan tarian ala Gatot Kaca.

Dahnil mengatakan gaya kampanye Prabowo turun ke masyarakat. Prabowo langsung menyimak masalah yang dihadapi masyarakat lalu memberikan solusi.

“Sehingga kampanye Pak Prabowo selalu dilengkapi dengan penjabaran masalah hasil menyimak dan berpikir bersama rakyat, yang kemudian kami menawarkan solusi terhadap masalah-masalah kebangsaan tersebut, jadi untuk menyelesaikan masalah kebangsaan ya harus paham masalah,” paparnya.

Jokowi juga melontarkan ‘serangan’ soal siapa yang sebenarnya antek asing. Menurut Jokowi, dirinya bukan antek asing karena telah membuat kebijakan mengambil alih Blok Rokan, Blok Mahakam, dan kepemilikan saham 51 persen di PT Freeport. Jokowi lalu menyinggung elite yang menyebutnya antek asing, padahal menurutnya elite itu memakai jasa konsultan asing.

BPN Prabowo kembali menepis Jokowi. Mereka meminta Jokowi tidak bermain peran sebagai korban atau playing victim.

“Kami sarankan jangan bermain playing victim, sudah basi. Rakyat sudah cerdas. Lebih baik kampanyekan saja keberhasilan kerja pemerintah jika memang ada,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin.

“Kami kira stop menuding pihak lain dan stop statement yang memancing polemik yang tidak perlu. Mari kita fokus pada debat substansial tentang persoalan bangsa. Kita buktikan di debat capres saja,” jelas dia.  (red)

Posting Terkait