82 Terduga Bentrok Buton Diperiksa Intensif

46 views

TNI dan Polri melakukan aksi bersih-bersih pascabentrok di Buton.

Divianews.com | Kendari – Sebanyak 82 terduga pelaku bentrok dan pembakaran 87 rumah di Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), diperiksa intensif. Mereka diperiksa secara maraton oleh 100 penyidik gabungan dari semua direktorat di Polda Sultra.

“Ya kita periksa secara maraton, kita juga sudah siapkan sebanyak 100 penyidik yang merupakan gabungan dari semua direktorat,” ujar Kapolda Sultra Brigjen Iriyanto, Sabtu (8/6/2019) malam.

Keterangan dari terduga pelaku akan dikembangkan penyidik. Karena itu, Iriyanto mengatakan jumlah terduga pelaku bisa saja bertambah.

“Kita kembangkan dulu, tidak menutup kemungkinan jika hasil pemeriksaan mengarah pada penambahan jumlah tersangka,” ujarnya.

Terkait pasal yang dapat menjerat para pelaku, kata Iriyanto, tergantung pada peran masing-masing. “Bisa saja Undang-Undang Pembakaran atau undang-Undang Darurat, tergantung hasil pemeriksaan,” katanya.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt mengatakan belum ada penetapan tersangka. Penyidik masih memeriksa puluhan orang itu untuk menentukan status hukumnya.

“Belum ada (tersangka). Nanti, masih dalam pemeriksaan semua. Penyidik masih bekerja,” kata Harry saat dihubungi detikcom, Minggu (9/6).

Awalnya, 81 orang diamankan beserta barang bukti sejumlah senjata tajam berupa parang, tombak, pisau, badik, dan busur, pada Sabtu (8/6) pagi. Belakangan, polisi kembali menangkap seorang lagi yang diduga terkait dengan kerusuhan sehingga secara total ada 82 orang yang ditangkap terkait kerusuhan ini.

TNI dan Polri aksi bersih-bersih di Desa Gunung Jaya pada Minggu (9/6). Danyon Brimob BKO Polres Buton AKP Asri mengatakan aksi bersih-bersih ini meriupakan bentuk kepedulian dan membangun silaturahmi antara petugas dan masyarakat setempat.

Seluruh puing-puing rumah warga pascakebakaran dibersihkan dan ditata sehingga terlihat rapi. Ia juga mengatakan jika situasi di Buton yakni Desa Sampoabalo dan Desa Gujung Jaya saat ini berlangsung membaik.

“Kami bersihkan saja, kalau untuk pembangunannya itu diserahkan kepada pemerintah. Situasi sudah kondusif,” kata Asri seperti dikutif dari detikcom.

Bentrokan antarpemuda Desa Gunung Jaya dan Desa Sampoabalo itu terjadi pada Rabu (5/6). Sebanyak 87 rumah di Desa Gunung Jaya terbakar akibatnya. Dua orang meninggal dalam peristiwa itu, sementara korban luka delapan orang.

Berdasarkan keterangan polisi, bentrokan dua desa dipicu adanya konvoi motor saat malam takbiran yang dilakukan oleh pemuda dari Desa Sampoabalo. Saat melintas di Desa Gunung Jaya, mereka ditegur, namun tidak terima.

Setelah itu, warga dari Desa Sampoabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya terkena anak panah. Keesokan harinya, ratusan warga dari Desa Sampoabalo menyerang dan membakar total 87 rumah di Desa Gunung Jaya.(red)

Posting Terkait