Hadirkan Penulis Andrea Hirata, KPw BI Sumsel Ingin Menginspirasi GenBi

33 views

Novelis Andrea Hirata saat memberikan keterangan Pers di Palembang

Divianews.com | Palembang – Hadir di Palembang dihadapan Generasi Baru Indonesia (GenBi) komunitas para penerima beasiswa dari Bank Indonesia, dalam sebuah acara  bedah buku bersama penulis kenamaan Indonesia Andrea Hirata,  Novelis Andrea Hirata yang dikenal sebagai  penulis novel tersebut,  dalam waktu bersamaan merencanakan akan meluncurkan dua novel  yang juga akan diangkat menjadi film layar lebar.

Dalam keterangan pers di Palembang, Pria kelahiran Bangka Belitung itu mengatakan, rencananya pada bulan depan dua novel barunya akan diluncurkan.

“Saya sedang develop script, jadi film. Insya Allah, saya pengin coba bikin film. Jadi bulan depan ada dua novel baru, dan filmnya akan di develop dari novel itu, meski dirinya secara khusus masih merahasiakannya,” ungkapnya, disela kegiatan Bedah Buku ini berlangsung di Aula Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (30/9/2019) yang diikuti oleh lebih kurang 200 peserta dari GenBi dan Komunitas.

Lebih lanjut Andrea menjelaskan, meski berkeinginan membuat film, Andrea mengaku tidak ingin pindah profesi. Ia hanya ingin agar karyanya juga bisa ditayangkan di media-media lain, selain novel.

“Ya tentunya saya bukan produser filmnya, mungkin bukan saya, saya hanya script director. Tujuan saya bukan mau pindah profesi, saya menulis dengan sebuah misi, saya hanya ingin karya ini tersebar di media-media lain,” jelasnya.

Andrea Hirata mengaku selama 15 tahun sudah berkiprah menjadi novelis dimana hingga saat ini sudah ada 11 karya yang ditulis. Ke depan, dirinya pun akan membuat gebrakan baru yakni menghentikan penerbitan novel-novel karyanya itu.

“Bukan ini atau bulan depan, karya-karya saya akan saya tarik. Mulai dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta dalam Gelas, Sebelas Patriot, Laskar Pelangi Song Book, Ayah, Sirkus Pohon. Kecuali Orang-Orang Biasa,” jelasnya.

Menurut Andrea kedepan dirinya berencana akan mengembalikan novel seperti keinginan semula. Baginya, ini merupakan peristiwa besar.

“Saya akan menerbitkan versi baru atau original story. Sebenarnya Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor itu satu novel, judulnya Sang Pemimpi. Jadi penerbitan novel-novel ini akan dihentikan,” jelasnya.

Sama halnya dengan Maryamah Karpov, Padang Bulan, Cinta Dalam Gelas pun sebenarnya satu novel judulya Buku Besar Peminum Kopi.

“Itu yang akan saya terbitkan nantinya, tiga novel itu akan dianulir, ditarik lagi oleh penerbit. Saya berani ngomong sampai judulnya karena naskahnya, originalnya, hingga cover baru  sudah ada di penerbit,” jelasnya.

Sementar itu, Kepala Kantor Wilayah Bank Indoensia Provinsi Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan, kegiatan bedah buku ini bertepatan dengan Bulan Kunjungan Perpustakaan, dimana saat ini BI juga memiliki fasilitas perpustakaan yang terbuka untuk umun setiap hari Senin sampai Jumat.

“Perpustakaan BI merupakan salah satu perpustakaan yang terlengkap khususnya terkait ekonomi kita selalu update tidak hanya tentang ekonomi nasional namun juga ekonomi dunia, untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi perkembangan ekonomi terkini, sehingga kita tidak hanya menjadi follower namun juga menjadi inisiator,”jelasnya.

Diakui Yunita, Bank Indonesia memang sangat konsen dalam hal pendidikan khususnya bagi generasi muda Indonesia.

“Ini sebagai bagian dari kepedulian kita meningkatkan kualitas generasi Indonesia, apalagi negara kita dikaruniai bonus demografi, sehingga apabila generasi ini tidak diasah kemampuannya, maka tidak akan menjadi bonus, dan Andrea Hirata kami undang untuk membedah dua buku karyanya kepada GenBi, karena kisah hidupnya yang sangat inspiratif. Kami harapkan kegiatan ini dapat menginspirasi dan bisa menjadi motivasi bagi peserta,” tutupnya (adi)

Posting Terkait