Akhir Tahun, Rehabilitasi Irigasi di 10 Kabupaten Kota Dikebut

29 views

Kepala Bidang Rekayasa Teknis Dinas PSDA Sumsel, Numeri

Divianews.com | Palembang — Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumatera Selatan memastikan progres fisik rehabilitas irigasi yang tersebar di 10 kabupaten kota diketahui rata-rata baru mencapai sekitar 50 persen.

Kepala Bidang Rekayasa Teknis Dinas PSDA Sumsel, Numeri, mengungkapkan, sepuluh kabupaten kota yang menjadi sasaran rehabilitasi irigasi masing-masing tersebar di OKI, OI, Muba, OKU Timur, OKU Selatan, Pagaralam, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang dan Musi Rawas.

Numeri mengaku sebagian besar progres fisik baru berjalan separuh jalan dari masa kontrak, meski demikian pada beberapa daerah dengan nilai kontrak yang kecil telah rampung seperti pada proyek Pembangunan Rehabilitasi Saluran Irigasi Tanah Abang SP2 di Ogan Ilir sudah ada yang mencapai 100 persen.

“Saat ini hampir rata-rata progres fisik sudah diatas 50 persen, ada beberapa daerah yang belum kami terima laporannya tapi kemungkinan itu hanya keterlambatan dalam laporan adminsitrasi saja sementara fisiknya sudah jalan,” ujar Numeri dalam keterangannya kepada wartawan di Palembang, Rabu (6/11/2019).

Pengerjaan Salahsatu Irigasi

Dinas PSDA mengalokasikan dana sebesar Rp.96 Milyar untuk rehabilitasi irigasi pada tahun anggaran 2019. Progres fisik pun terus dikebut agar anggaran dapat terserap secara optimal sebelum tenggat waktu pembayaran pada tanggal 20 Desember 2019.

“Memang dalam ketentuan turunan dari Permenkeu (pekerjaan-red) boleh berjalan lintas tahun tapi ada dendanya per mil per hari dan itu maksimum sebanyak 50 hari. Denda itu dibayarkan langsung ke kas negara,” beber Numeri.

Numeri mengaku terus memonitor progres pembangunan fisik seiring semakin dekatnya akhir masa kontrak. Bila memang progres tidak sesuai dengan perencanaan sesuai SOP (standar Operasional Prosedur) maka akan dberikan teguran kepada kontraktor.

“Kalau belum juga terlaksana sesuai kewenangan yang dimiliki kami akan panggil ada masalah apa dan kami berikan saran. Jadi bila kemudian muncul masalah hingga harus pemutusan kontrak, itu semua tanggungjawab mereka (kontraktor-red) karena kami sudah ingatkan,” pungkasnya. (adi)

Posting Terkait