Cuaca Masih Ekstrim dan Berpotensi Karhutla, Prajurit TNI Digeser ke OKI

53 views

Dansatgas Karhutla Sumatera Selatan, Kol Arh Sonny Septiono

Divianews.com | Palembang — Rapat Evaluasi Penanggulangan Karhutlah, Tim Satgas Darat Kebakaran Hutan dan Lahan menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi cuaca ekstrim tanpa hujan yang diprediksi BMKG akan terjadi pada tanggal 6 hingga 11 November 2019.

Langkah ini dilakukan menyusul masih tingginya potensi kebakaran lahan khususnya di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dimana kebakaran lahan hingga saat ini masih terus terjadi.

Dansatgas Karhutla Sumatera Selatan, Kol Arh Sonny Septiono, mengungkapkan, dirinya telah memberikan instruksi untuk mengorganisir 1.512 personel yang saat ini masih terus disiagakan selama masa tanggap darurat yang berlaku hingga tanggal 10 November 2019.

Sebanyak 100 personel TNI akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan di di OKI yang dianggap sebagai kawasan rawan karhutla. Danrem 044 Gapo ini mengatakan, penyiagaan pasukan untuk pemadaman titik api akan terus dilakukan meski masa tanggap darurat berakhir.

“Kami siapkan 100 prajurit dari kodim sekitar untuk digeser ke OKI pada tanggal 6 hingga 11. Tapi kalaupun tanggal 10 masa tanggap darurat berakhir dan esoknya terjadi kebakaran, prajurit TNI tetap akan turun meski tidak dalam Satgas,” tegas Sonny kepada wartawan usai Rapat Evaluasi dan Penutupan Posko Karhutla Sumsel 2019 di Palembang, Rabu (6/11/2019).

Diakui Sonny, upaya pemadaman kebakaran lahan saat cuaca ekstrim terbilang tidak mudah. Selain kesulitan untuk menjangkau titik api yang berada jauh di pedalaman, petugas dilapangan juga kesulitan mencari sumber air untuk melakukan pemadaman.

“Kami TNI/Polri punya personel tapi peralatan pemadamnya tidak ada. Kami berharap Pemerintah Daerah dan pihak perusahaan perkebunan memperbanyak peralatan pemadam sehingga apabila terjadi kebakaran kami bisa membantu,” pungkasnya.

Posting Terkait