Warga Sumber Karya Lahat Mulai Lirik Tanam dan Produksi Minyak Serai Wangi

103 views

Divianews.com | Lahat — Inilah Penyulingan Minyak Serai  Wangi yang  ada di Desa Sumber Karya Kec. Gumay Ulu Kabupaten Lahat, terus bagaimana prosesnya, mari yuk  sama melihat prosesnya.

Ketua Paguyuban Koptan sekaligus Ketua Koptan Amanah, Imam Solahudin memaparkan proses penyulingan minyak serai wangi.

“Awalnya kami disini kerja sama dengan masyarakat dan aparat pemerintah setempat dari beberapa pengalaman yang kita punya di sini, kita adakan atau membentuk kelompok tani salah satu kelompok tani yang bernama amanah. Lalu selanjutnya  dari kelompok amanah tersebut kita merekrut beberapa kelompok tani yang ada,  sehingga dari beberapa kelompok tani yang ada itu kita bergabung kita namakan kelompok tani tersebut yaitu paguyupan, nah dari situ kita mempunyai gagasan atau wawasan.

“Kita mau nanam serai , karena beberapa bulan sebelum itu kami pernah ke Bogor Kami belajar masalah serai dengan adanya serai itu di daerah kita ini sangat meyakinkan atau potensi itu ada karena pertama di wilayah Gumay Ulu atau Lahat sekitarnya ini masih banyak tanah yang belum tergarap atau bisa dikatakan tanah tidur,” kata Imam.

Dijelsakannya masyarakat  rata-rata itu ekonominya yaitu menanam kopi dan karet, dengan kopi yang setahun sekali ini gimana caranya masyarakat sekitar ,  jangan hanya berpedoman dengan kopi saja yang setahun sekali . Nah dengan adanya serai ini sangat berpotensi untuk menunjang ekonomi masyarakat sekitar.

Untuk serai  katanya bisa setahun 4 kali,  namun untuk tahun pertama itu cukup tiga kali karena baru nanam sampai panen itu 6 bulan, setelah 6 bulan, lalu untuk 3 bulan kemudian bisa panen sampai 5 tahun itu baru diganti atau diganti bibit awalnya.

Kemudian menurut Imam Solihin untuk uji coba ini kurang lebih hampir 4 hektar yang pertama punya dirinya sendiri dan temannnya  Iksan.

“Satu rumpun bisa menghasilkan 3 kilo atau 3 kilo bahan baku, dengan sendirinya kalau 1 hektar ini  bisa mencapai 30 ton, karena satu hektarnya itu ditanam dengan cara ukuran 1 meter persegi itu Rp10.000/rumpun atau 10.000 batang awalnya sehingga menjadi rumpun dari situlah dalam satu hektar bisa 30 ton, jadi 30 ton X 4 = 120 ton ,” jelasanya

Terakhir katanya bahan bakunya ini setelah panen dan di ikat di timbang hasi dari ditimbang itulah langsung dibeli oleh pihak PT Swasta,  setelah dibayar baru diangkut ke penyulingandan diproses untuk di suling dengan waktu  4 sampai 5.

” Cara memproduksi nya menggunakan Kayu  karena tujuannya yaitu ramah lingkungan dan memanfaatkan kayu sekitar,  penyulingan Ini MOU  atau kerjasama dengan PT sehingga Alhamdulillah syukur sesuai dengan kemupakatan pabrik dan alat suling ini diberi dari PT dan PT sanggup untuk pembeliannya,” tuturnya

Penuis | Lena dan Lili

Editor | Adi

Bagikan :

Posting Terkait