Pakai Bios44, Tanaman di Lahan Eks Tambang Pasir Desa Naluk Sumedang Tumbuh Subur

237 views

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo (kiri)  didampingi Dandim 0610/ Sumedang (kanan) Letkol Inf Zaenal Mustofa saat melihat tanaman jagung yang menggunakan bios44 dilahan eks tambang pasir. Foto| Adi | Divianews.com

Divianews.com | Sumedang Jabar — Menggunakan Bios44  untuk membantu masyarakat pada sektor pertanian di Desa  Naluk  Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jabar, Jajaran Kodim 0610/Sumedang mengkoordinir kelompok Tani Sariwangi untuk mengolah lahan tidak prduktif eks tambang pasir.

Dilahan seluas kurang lebih 2 hektar tersebut, pada saat itu mulai dilakukan observasi, persiapan, selanjutnya mulai dipersiapkan lahan yang sudah diratakan, lalu selanjutnya dilakukan proses penebaran Bios44 untuk mengembalikan testur tanah berbatu tersebut.

Selanjutnya dilahan tersebut mulai dilakukan penananam bibit Jagung Hibrida, Kangkung, Kacang Tanah, Bawang Merah, dan Caysin.

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo, minggu (18/04/2021) disela pantauan langsungnya di lokasi menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya TNI ikut serta berperan terjun langsung meningkatkan kesejahteraan, membantu masyarakat sekitar melalui sektor pertanian dilahan yang merupakan lahan tidak produktif eks tambang pasir, bisa menjadi lahan yang menghasilkan.

Tanaman Bawang Merah tumbuh subur, setelah menggunakan Bios44 terlihat tumbuh subur. Foto| Adi | Divianews.com

Dijelaskannya  selain ikut memberdayakan masyarakat, ini juga upaya untuk kembali memulihkan fungsi lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat. Selain itu juga merupakan upaya untuk mengembangkan kemandirian  ekonomi yang akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“ Kami juga melalui Kodim setempat dan memberdayakan Babinsa melakukan upaya pendampingan, memberikan pemahaman melalui pengetahuan keterampilan mengenai cara memanfaatkan sumber daya alam dengan cara yang baik, tanpa merusak fungsinya,” jelasnya

Menurutnya pengembangan sektor pertanian merupakan pencerminan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran  berkelanjutan, dan jika itu terwujud, maka akan  timbul  rasa aman, dan rasa tentram.

“ Ini juga membantu program pemerintah dalam upaya kemandirian dan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat pada masa pandemi covi19, yang secara tidak langsung juga mengganggu perekonomian masyarakat,” tambah Kunto.

Ditempat yang sama Dandim  0610/ Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa menyampaikan awalnya lahan dengan luasan belasan hektar adalah lahan belukar pasir dan batu-batuan dan tidak bisa ditanami tanaman, namun karena menggunakan Bioas44, maka saat ini berlahan sudah bisa ditanami dan tanamannya subur.

“ Atas arahan pimpinan, maka kami mulai membuka lahan tersebut, dan menebar Bios44 sebagai media untuk pemulihan fungsi lahan, dan dilanjutkan proses penanaman, dan alhamdulillah seperti yang kita lihat saat ini, tanaman tumbuh subur,” jelasnya.

Dijelaskannya dengan diorganisasi oleh Kodim 0610/ Sumedang, telah dilaksanakan penanaman sejumlah tanaman, dan dalam kurun waktu yang pendek sejumlah tanaman, mulai dari jagung, kacang tanah, bawang merah tumbuh dengan subur. Kemudian untuk pengolahan sendiri, TNI melibatkan masyarakat.

“ Kami terus melakukan pendampingan terhadap petani setempat dan tidak membiarkan mereka berdiri sendiri tanpa adanya pendampingan, dan perlindungan, dan hasilnya kita bisa lihat tanaman semuanya bisa tmbuh dengan subur,” tambahnya.

Ditambahkannya, selain itu untuk mendapatkan tenaman dengan hasil yang maksimal, pihak Dandim yang dilaksanakan oleh para Babinsa, bersama masyarakat juga terus berkoordinasi, termasuk pembekalan kepada para petani terkait penggunaan Bios, sebagai media untuk mengembalikan fungsi lahan yang selama ini tidak bisa ditanami, karena lahannya berbatuan.

Sementara itu Kepala Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang Samsu Hidayat menyambut baik upaya yang telah dilakukan TNI dalam hal ini Kodam III/Siliwangi dalam mengelolah lahan kritis tidak produktif menjadi lahan layak tanam.

“ Kami juga akan mendorong kelompok tani desa, untuk ikut mengembangkan lahan ini, karena lahan adalah aset desa, yang sebelumnya adalah bekas galian pasir, untuk mengembalikan fungsi tanah menjadi produktif dengan menggunakan Bios44  sangat membantu,” Kata Kades.

Kedepan atas nama masyarakat, tentu sangat diharapkan kegiatan kerjasama ini akan berjalan secara berkesinambungan, sehingga malelui pertanian, perekonomian masyarakat segera bangkit, setelah terdampak oleh pandemi yang secara tidak langsung sangat dirasakan oleh masyarakat.

Penulis | Adi

 

Bagikan :

Posting Terkait