Divianews.com | Palembang — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan production house Smaradana Pro meluncurkan film berjudul ‘Dul Muluk dan Dul Malik’. Tak tanggung-tanggung, film ini bahkan dibintangi oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel Agus Fatoni dan aktor senior asal Palembang Anwar Fuady.

Film bergenre horor komedi ini sarat dengan pesan moral. Salah satu adegannya menceritakan tentang seorang murid yang tak melupakan jasa sang ustadz dan tetap menaruh hormat meskipun telah menjadi orang yang sukses.

Dalam film ini, Fatoni berperan sebagai seorang Gubernur yang ketika meninjau Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Sumsel tanpa sengaja bertemu dengan sang ustadz bernama Dul Muluk yang diperankan oleh Anwar Fuady. Saat itu, Dul Muluk hendak mendaftarkan cucunya Dul Malik yang diperankan oleh Bagas Ran untuk bersekolah di SMAN Sumsel. Pertemuan tak sengaja tersebut sontak membuat suasana menjadi haru dan menggugah hati keduanya, juga para guru yang menyaksikan pertemuan Dul Muluk Dan Fatoni.

Fatoni mengaku senang dapat membintangi film berjudul ‘Dul Muluk dan Dul Malik’. Menurutnya, film ini sangat penuh nilai edukasi terlebih dia juga berkesempatan beradu akting dengan Anwar Fuady yang telah melalang buana dalam dunia perfilman.

“Saya senang dilibatkan dalam film ini. Film ini sarat pesan edukasi. Bersyukur pernah ikut berlatih seni. Berlatih seni itu penting. Bisa melatih keindahan, melatih tampil di muka publik. Dengan bekal latihan seni inilah saya tadi tidak merasa gugup dan canggung saat akting bersama Anwar Fuady,” ucap Fatoni dijumpai di lokasi syuting SMAN Sumsel, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (12/1/24).

Syuting film tersebut dilakoni Fatoni tanpa naskah dan hanya berbekal arahan dari sutradara Aditya Gumay sekaligus produser pelaksana. Fatoni sendiri menjalani syuting sejak selepas Jumat hingga menjelang petang. Meski syuting memakan waktu cukup lama, dirinya sangat menikmati berada di depan kamera bahkan tampil lepas dan alami.

“Saya sering ikut main drama dan festival teater, bahkan pernah memenangkan juara pada festival teater,” kata Fatoni.

Berangkat dari pengalaman ini, Fatoni mengimbau agar anak-anak terutama pelajar selain dibekali ilmu akademik juga harus dilatih seni karena dalam seni juga terkandung nilai-nilai yang bisa dicontoh dan dipetik pelajarannya. Fatoni mengaku ampil dalam film ini, merupakan suatu kebanggaan bagi dirinya.

“Tadi adegan yang saya lakoni memuat nilai moral bahwa guru tetaplah guru. Tidak ada yang namanya bekas guru. Tokoh yang saya perankan tadi, meskipun dia telah sukses menjadi Gubernur, tetap hormat dan ingat akan jasa guru yang telah mendidiknya,” ujar Fatoni.

Dalam kesempatan yang sama, aktor senior asal Palembang Anwar Fuady memuji kemampuan akting dari Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni. Menurutnya, akting Fatoni tidak kalah dengan aktor profesional lainnya yang mendalami peran dengan baik.

“Untuk bisa mengimbangi akting, bukan hanya pengalaman saja yang dibutuhkan, tapi juga kecerdasan. Beliau ini selain berpengalaman juga cerdas. Itu tercermin dari sorot matanya,” kata Anwar Fuady.

Anwar Fuady mengatakan selama 45 tahun berkarir dalam dunia film yang juga sering beradu peran dengan para pejabat, dia menilai Pj Gubernur Sumsel berperan dengan sangat baik. Bahkan menurutnya tidak ada yang seperti Pj Gubernur Sumsel.

Sedangkan produser pelaksana Aditya Gumay sekaligus sutradara film ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ menjelaskan tidak kesulitan dalam memberi arahan untuk Fatoni dalam memainkan perannya. Selain itu Aditya menyebut Fatoni tipikal pejabat yang bisa bersahabat dengan kru film lainnya.

“Terbiasa bekerja juga dengan pejabat. Nah, beliau ini tidak berjarak dengan kami. Justru mau take berulang-ulang hingga adegan dirasa betul-betul pas,” kata Aditya. (adi)