Divianews.com | Kab. Bandung Barat, – Berawal dari rasa kepedulian sekaligus memberi solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia utama di Jawa Barat dalam mengatasi  masalah sampah yang terus ada setiap hari, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo kembali berinovasi dengan menciptakan Mesin Pengolah Sampah.

Dalam sambutannya pada saat Launching Mesin Pengolah Sampah, Kamis (05/01), Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo menegaskan bahwa dirinya akan selalu berusaha mengetahui permasalahan yang terjadi di Jawa Barat, dengan selalu mengedepankan pendekatan solutif dan menunjukkan apa yang bisa dilakukan dengan tidak banyak meminta.

“Saya sudah memasuki 1 tahun tugas di Bandung, rasanya malu kalau tidak ada yang bisa saya sumbangkan sebagai alternatif solusi dari persoalan yang terjadi di daearah Jawa Barat,” ujarnya.

Lebh lanjut, Pangdam menjelaskan bahwa inovasi mesin pengolah sampah, nantinya akan menguatkan potensi-potensi dari komponen cadangan dan komponen pendukung. Selanjutnya Satuan di jajaran Kodam III/Slw wajib untuk mewadahi kepentingan ini, menjadi sebuah potensi pemerintahan.

“Jadi jembatan yang baik mudah-mudahan akan menjadi solusi yang baru tidak ada ego sektoral namun sama-sama mencari alternatif solusi,” terangnya.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil Menyaksikan Operasional Mesin Pengolah Sampah

Untuk diketahui, Mesin Pengolah Sampah yang dilaunching merupakan inovasi Pangdam III/Siliwangi ini, menjadi bukti komitmen dan upaya Kodam III/Siliwangi untuk turut andil berjuang mengatasi dan memecahkan persoalan pengelolaan sampah yang ada di wilayah Jawa Barat, yang selama ini terus menjadi persoalan besar yang dihadapi Pemda dan masyarakat di Jawa Barat.

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengatakan bahwa dalam hitungan bulan dan tahun ada pengurangan sampah di lingkungan masing-masing karena dengan 27.000 ton per hari, minimal 30% dari itu habis di tempat, habisnya tapi tidak mencemari lingkungan, habisnya bisa memiliki nilai ekonomis.

“Ini adalah kontribusi setiap anak bangsa kepada tanah air, kita buktikan bahwa terhadap masalah yang disampaikan kita bersemangat untuk  berkontribusi. Atas nama pemerintah Jawa barat berterima kasih dan tugas kami akan memperluas inovasi ini menjadi solusi untuk masyarakat wilayah Jawa Barat,” ujar Gubernur.

Sementara sebagai catatan saja, berdasarkan  data Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), produksi sampah di kota Bandung mencapai 1.600 ton per hari dengan 82 persen diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Untuk Kabupaten Bandung 1.286 ton per hari dengan 300 ton yang bisa diangkut ke TPA.

Pada acara tersebut, selain dilakukan launching Mesin Pengolah Sampah, juga diperkenalkan beberapa hasil inovasi karya orang nomor satu di Kodam III/Siliwangi, yaitu mesin pencacah sampah, mesin pencetak briket, mesin pencuci plastik, mesin Hybrid Burner, Kompor Bara Api (Kobara) dan mesin pembuat garam serta Biomass Burner. (adi)