GSM Pangan 2025: Dorong Kemandirian dari Desa, Panti Sosial hingga Kantor Pemerintahan
Divianews.com | Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus menggencarkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) 2025 sebagai upaya konkret mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif. Melalui berbagai program seperti GSMP Menyala, GSMP Goes to Panti Sosial, dan GSMP Goes to Office, gerakan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat—dari rumah tangga di desa, penghuni panti sosial, hingga pegawai pemerintahan.
Kegiatan terbaru dalam rangkaian GSMP 2025 digelar di salah satu panti sosial di Palembang, Selasa (8/7). Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara langsung menyerahkan bantuan budidaya cabai, bawang merah, perikanan, dan peternakan kepada masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Staff Ahli PKK Provinsi Hj. Lidyawati Cik Ujang, Forkopimda, kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, serta perwakilan BUMN dan BUMD.
Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam menyukseskan GSMP. Ia menekankan bahwa gerakan ini telah memberi dampak nyata terhadap pengendalian inflasi, khususnya dari sisi ekspektasi.
“Semangat GSMP harus terus dijaga untuk mendorong kemandirian pangan Sumatera Selatan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono. Ia menjelaskan bahwa GSMP merupakan langkah strategis untuk menekan inflasi yang sebagian besar dipicu oleh naiknya harga komoditas pangan seperti cabai dan bawang merah.
Salah satu program utama, GSMP Menyala (Menyapa Lingkungan Desa), menyasar 1.530 rumah tangga di seluruh Sumatera Selatan untuk menanam cabai di pekarangan dan mengoptimalkan lahan untuk budidaya bawang merah. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumsel, dan TP PKK Provinsi.
“Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia turut memberikan bantuan benih, pelatihan budidaya di empat zona, serta menggelar perlombaan agar pemanfaatan bantuan lebih optimal,” jelas Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ir. Ruzuan Effendi, menambahkan bahwa GSMP tahun ini juga mencakup GSMP Goes to Panti Sosial dan GSMP Goes to Office. Dalam program untuk panti sosial, pemerintah menggandeng BUMN dan perusahaan swasta untuk menyediakan dukungan budidaya tanaman pangan, buah, ikan, serta ternak ayam bagi para penghuni panti.
Adapun GSMP Goes to Office merupakan lomba antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membudidayakan tanaman pangan di lingkungan kerja masing-masing, sebagai bentuk edukasi sekaligus kontribusi terhadap ketahanan pangan daerah.
“Dengan pendekatan ini, kami ingin menciptakan ekosistem pangan lokal yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkap Ruzuan.
Gerakan Sumsel Mandiri Pangan 2025 merupakan kelanjutan dari program GSMP yang telah diluncurkan sejak 2021. Tahun ini, program tersebut dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, melibatkan lebih banyak pihak, serta menjangkau wilayah dan kelompok masyarakat yang lebih beragam. (adi)
