BBPJN Sumsel Pastikan Perbaikan Jalan Muara Beliti–Muara Lakitan Tetap Berjalan
Divianews.com | Palembang — Menyikapi keluhan warga dan viralnya kondisi jalan nasional rusak di ruas Muara Beliti–Muara Lakitan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Selatan melalui Pelaksana Jalan Nasional (PJN) I menegaskan bahwa upaya perbaikan telah dan terus dilakukan, meski secara bertahap.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN I Wilayah Sumsel, Alfredo Lukman, saat diwawancarai pada Selasa (5/8/2025).
“Kami akan terus berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan dan dana yang tersedia agar kondisi jalan tetap fungsional dan bisa dilalui oleh pengguna jalan,” ujar Alfredo.
Menurut Alfredo, perbaikan pada jalan sepanjang 120 kilometer dari arah Mangun Jaya–Muara Beliti sebenarnya sudah dimulai bahkan sebelum keluhan masyarakat mencuat di media sosial. Namun, karena kondisi jalan yang rusak cukup parah, tindakan sementara saja belum cukup.
Ia menyebutkan bahwa kerusakan ini disebabkan oleh banjir tahunan sejak 2022, yang berdampak langsung pada struktur fondasi jalan. Sekitar 20 kilometer dari total ruas jalan tersebut kerap tergenang air, yang memperparah kondisi konstruksi jalan.
“Struktur pondasi jalan sudah goyah akibat banjir. Kami sudah mengusulkan dana tambahan dan saat ini proses lelang sedang berlangsung. Jika sesuai jadwal, pemenang tender akan diumumkan akhir Agustus atau awal September, dan pekerjaan fisik bisa dimulai pertengahan September 2025,” jelas Alfredo.
Sambil menunggu pelaksanaan proyek utama, tim PJN I tetap bekerja dengan dana pemeliharaan rutin, termasuk menutup lubang dan menjaga agar jalan tetap bisa digunakan oleh kendaraan.
“Kami sudah menggelontorkan ratusan ton material agregat untuk menutup lubang. Kalau dibiarkan satu minggu saja tanpa penanganan, jalan bisa rusak total. Tapi sekarang kondisi jalan sudah rata dan bisa dilalui,” ungkap Alfredo.
Ia juga menegaskan bahwa BBPJN tidak tinggal diam, bahkan tim di lapangan selalu siaga dengan alat berat dan material, siap merespons kerusakan baru kapan saja.
Dari total 120 kilometer ruas jalan nasional, 26 kilometer akan ditangani menyeluruh melalui proyek multiyears senilai Rp191 miliar yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun.
Pada tahap awal tahun ini, sekitar Rp20 miliar telah dialokasikan untuk pekerjaan awal. Sisanya, sebanyak 45 kilometer ruas jalan rusak lainnya akan diusulkan masuk dalam program lanjutan tahun 2026, dengan menggunakan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Target kami, pada akhir 2027 kondisi jalan ini bisa mencapai 98–99% mantap. Untuk saat ini, 26 km sudah menjadi prioritas perbaikan menyeluruh,” ujar Alfredo.
Namun, Alfredo juga tidak menutup mata pada berbagai tantangan yang dihadapi timnya. Salah satu kendala terbesar adalah cuaca yang tidak menentu, meskipun sudah memasuki musim kemarau.
“Musim panas kali ini tidak kering sepenuhnya. Hujan tetap turun setiap 3–4 hari. Sementara, penanganan kami masih menggunakan agregat, sehingga harus dilakukan terus-menerus untuk menjaga fungsionalitas jalan,” jelasnya.
Selain itu, lalu lintas kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga disebut sebagai faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan nasional.
Meski begitu, BBPJN tetap berkomitmen memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjang demi meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan. (adi)
