Divianews.com | Lahat — Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi meresmikan dimulainya pembangunan jalan khusus tambang batubara yang dibangun oleh PT. Levi Bersaudara Abadi, bertempat di Jalan Servo, Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, pada Senin (5/8/2025).

Peresmian ini menandai langkah konkret dalam upaya mengatasi persoalan transportasi batubara yang selama ini membebani jalan umum dan mengganggu kenyamanan masyarakat. Jalan khusus ini nantinya akan membentang sepanjang kurang lebih 40 kilometer, dan ditargetkan beroperasi pada Desember 2025.

Dalam sambutannya, Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi mengapresiasi dukungan penuh dari Gubernur Herman Deru atas pembangunan jalan khusus tersebut. Ia menyebut, pekerjaan pembangunan telah dimulai dan saat ini sudah beberapa kilometer rampung dikerjakan.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan doa dari Bapak Gubernur. Proyek ini sudah mulai berjalan dan diharapkan bisa mulai beroperasi pada Desember 2025. Kehadiran jalan ini akan menjadi solusi besar bagi masyarakat dan pengguna jalan umum yang selama ini terdampak oleh angkutan tambang,” ujar Bursah.

Senada dengan itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi beban jalan nasional dari lalu lintas truk tambang batubara yang selama ini meresahkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lahat, Muara Enim hingga ke arah Kota Palembang.

“Selama bertahun-tahun kenyamanan berkendara masyarakat terganggu oleh lalu lintas angkutan batubara di jalan nasional. Sekarang, dengan dimulainya pembangunan jalan khusus ini, kita berharap akan ada perubahan besar dalam sistem transportasi tambang,” tegas Herman Deru.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT. Levi Bersaudara Abadi yang telah mengambil peran aktif dalam membangun jalan khusus ini. Namun demikian, Herman Deru menegaskan bahwa meskipun jalan ini bersifat khusus, penggunaannya tetap harus mempertimbangkan aktivitas masyarakat sekitar.

“Saya minta kepada perusahaan untuk tetap memberikan akses dan prioritas kepada masyarakat yang memiliki kepentingan sosial, karena jalan ini juga melewati wilayah perkebunan dan pemukiman. Jangan sampai kegiatan tambang justru mengganggu kehidupan warga,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur mendorong agar pembangunan jalan ini tidak hanya menjadi jalur transportasi batubara, tapi juga menjadi pemicu lahirnya ekosistem ekonomi baru di sepanjang jalur yang dibangun.

“Dengan adanya jalan ini, akan tumbuh peluang usaha baru. Akan muncul warung makan, tempat peristirahatan, dan aktivitas ekonomi lainnya. Ini bisa sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” jelas Herman Deru.

Untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai aturan, Gubernur juga mengimbau para kepala desa, camat, serta penegak hukum — mulai dari Polres hingga Kejaksaan — agar bersinergi dan melakukan pengawasan secara aktif. Tujuannya agar pembangunan berjalan lancar dan tetap berpihak pada kepentingan umum. (Lili)