Divianews.com |m Lahat – Pemerintah Kabupaten Lahat menyambut hangat kedatangan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan. Acara penyambutan ini berlangsung di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Lahat, pada Kamis (24/4/2025).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mewakili Bupati Lahat H. Bursah Zarnubi, SE. Turut hadir pula Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lahat beserta jajaran, serta tamu undangan dan para peserta pelatihan yang merupakan pejabat administrator terpilih dari 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

Peserta PKA dari 10 Wilayah

Total peserta yang hadir mencapai 80 orang, berasal dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, yaitu:

Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): 13 orang

Kabupaten Empat Lawang: 7 orang

Kabupaten Lahat (tuan rumah): 12 orang

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI): 6 orang

Kota Pagar Alam: 10 orang

Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur): 5 orang

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba): 9 orang

Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan): 5 orang

Kota Palembang: 12 orang

Kabupaten Ogan Ilir (OI): 1 orang

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mengungkapkan rasa bangganya atas terpilihnya Kabupaten Lahat sebagai salah satu lokasi studi lapangan program PKA tahun ini. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berharap kegiatan ini menjadi momentum penting untuk berbagi pengalaman serta memperkuat kerja sama antardaerah.

“Kehadiran peserta PKA dari berbagai wilayah di Sumsel merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Semoga kegiatan studi lapangan ini tidak hanya menjadi proses pembelajaran, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan semangat kolaborasi antar-pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati Lahat juga memperkenalkan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Kabupaten Lahat. Ia menekankan bahwa daerah ini tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki situs-situs megalitikum bersejarah yang merupakan bagian dari warisan budaya nasional.

“Kabupaten Lahat memiliki banyak hal yang bisa dipelajari, baik dari sisi pembangunan, pengelolaan potensi daerah, maupun pelestarian warisan sejarah. Kami sangat terbuka untuk saling bertukar pengalaman dan menerima masukan dari para peserta PKA,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lahat memastikan komitmennya sebagai tuan rumah untuk mendukung penuh pelaksanaan studi lapangan ini agar berjalan sukses dan memberikan hasil yang maksimal bagi pengembangan kapasitas kepemimpinan peserta.

“Kami berharap peserta dapat merasakan keramahan masyarakat Lahat, serta memperoleh wawasan yang berguna bagi tugas dan tanggung jawab sebagai pemimpin di daerah masing-masing,” tutup Widia Ningsih dalam sambutannya. (Lili)