Divianews.com | Jakarta – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, menegaskan pentingnya memperkuat sistem pertahanan semesta sebagai strategi nasional dalam menghadapi ancaman kontemporer.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Letjen Kunto ke sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, salahsatunya di Kota Lubuk Linggau yang tidak hanya berfokus pada pengawasan dan evaluasi (Wasev), namun juga menekankan mengenai pentingnya penguatan peran seluruh komponen bangsa dalam menjaga kedaulatan negara.

Dalam kunjungan tersebut, Letjen Kunto menyoroti tiga fokus utama yang menjadi pilar penguatan pertahanan semesta, yakni penyusunan Rencana Kampanye Militer (Renkamil), pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemandirian ekonomi rakyat, serta penguatan komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat.

Renkamil sebagai Strategi Bersama Pertahanan Wilayah

Dalam berbagai pertemuan bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, Letjen Kunto menjelaskan bahwa Renkamil bukan sekadar dokumen militer, tetapi merupakan peta jalan strategis yang harus disusun secara inklusif dan adaptif.

“Renkamil bukan hanya urusan militer. Ini harus menjadi rencana bersama untuk menjaga wilayah dengan pendekatan total defense,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Renkamil harus mempertimbangkan potensi lokal dan tantangan aktual, seperti bencana alam, ketimpangan ekonomi, hingga ancaman sosial yang kian kompleks.

Teknologi Tepat Guna untuk Ketahanan Ekonomi Rakyat

Letjen Kunto juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna oleh pelaku UMKM dan kelompok tani. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi rakyat menjadi komponen krusial dalam sistem pertahanan non-militer.

“Ketahanan nasional juga dibangun dari dapur petani dan bengkel usaha kecil. Teknologi adalah senjata mereka untuk bertahan dan maju,” ujarnya.

Ia mendorong agar pelaku usaha kecil tidak ragu mengadopsi inovasi sederhana guna meningkatkan efisiensi dan daya saing, yang pada akhirnya berkontribusi pada ketahanan nasional.

Komunikasi Sosial TNI: Perkuat Ikatan Psikologis dan Sosial

Sebagai bagian dari komponen pendukung pertahanan semesta, Letjen Kunto menegaskan bahwa pendekatan komunikasi sosial yang dilakukan TNI bertujuan untuk mempererat hubungan emosional dan kepercayaan antara rakyat dan negara.

“TNI hadir bukan semata karena ancaman militer, tapi karena tanggung jawab moral menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Melalui dialog langsung dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pelaku ekonomi lokal, TNI berupaya menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan nasionalisme.

Sinergi Lintas Sektor, Kunci dari Pertahanan Semesta

Konsep pertahanan semesta menempatkan seluruh elemen bangsa—TNI, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat—sebagai satu kesatuan yang saling mendukung. Letjen Kunto menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting agar strategi pertahanan tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya.

“Pertahanan semesta hanya akan berhasil jika semua unsur bangsa bergerak bersama, bukan hanya TNI,” pungkasnya.

Kunjungan kerja Letjen Kunto di Sumatera Selatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kembali pemahaman bahwa pertahanan negara bukan hanya tugas militer, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga negara. (adi)