Divianews.com | Tanjung Jabung Timur – Untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan air bersih, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, meluncurkan solusi penyediaan air bersih di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (17/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar. Melalui program bertajuk TNI AD Manunggal Air, Letjen Kunto menyerahkan satu unit mesin penyaring air yang mampu mengolah air mentah menjadi air layak konsumsi.

“Kegiatan ini terlihat sederhana, tapi langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan air bersih. Kami langsung menjemput bola melalui personel di lapangan,” ujar Letjen Kunto melalui pesan singkatnya.

Mesin penyaring tersebut didatangkan langsung dari Tanjungpinang dan diserahkan secara simbolis di kediaman Kepala Dusun Sidorejo, Sumardi, RT 02 Desa Suka Maju. Dalam praktiknya, mesin ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Selama ini, kami sangat sulit mendapatkan air bersih. Dengan adanya mesin ini, kami dapat memiliki air minum yang aman dikonsumsi,” kata Sumardi, Kepala Dusun Sidorejo.

Antusiasme warga terlihat tinggi. Mereka datang berbondong-bondong dengan membawa galon dan jeriken untuk mengambil air bersih. Salah satu tokoh masyarakat, Sutrisno, Kepala Dusun Sidomulyo, berharap agar mesin tersebut bisa terus digunakan bahkan setelah program berakhir.

“Mudah-mudahan alat ini bisa tetap berada di sini, karena warga sangat membutuhkannya,” ujar Sutrisno.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Suka Maju, Didik; anggota Koramil 419-05/Geragai, Serka Daniel; Babinsa Desa Suka Maju, Serma Yusrizal; serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.

Melalui program seperti ini, diharapkan kehadiran TNI tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga manfaat nyata dalam kehidupan sosial masyarakat. Langkah Letjen TNI Kunto Arief Wibowo dapat menjadi contoh pendekatan humanis yang langsung menjawab kebutuhan rakyat.

Pemerintah daerah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya juga didorong untuk bersinergi mendukung keberlanjutan program serupa demi tercapainya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. (adi)