Gelar Paripurna Hari Jadi ke-80 Sumsel, DPRD Ajak Perkuat Sinergi Membangun Daerah
Divianews.com |Palembang — DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumatera Selatan di Gedung DPRD Sumsel, Senin (18/5/2026). Momentum tersebut menjadi ajang refleksi perjalanan pembangunan Sumsel sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie didampingi Wakil Ketua DPRD Sumsel Raden Gempita, Nopianto, dan Ilyas Panji Alam. Hadir dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, unsur Forkopimda Sumsel, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, anggota DPR RI asal Sumsel, para kepala daerah se-Sumsel, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, hingga unsur organisasi perempuan dan kepemudaan.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie memaparkan sejarah terbentuknya Provinsi Sumatera Selatan yang bermula dari pembagian wilayah Provinsi Sumatera pada 15 Mei 1946 menjadi tiga provinsi besar, yakni Sumatera Utara, Sumatera Tengah, dan Sumatera Selatan.
“Berdasarkan pembagian wilayah tersebut, setelah melalui proses yang panjang, disepakati bahwa tanggal 15 Mei ditetapkan sebagai Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan yang kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 5 Tahun 2007,” ujar Andie.
Ia mengatakan, perjalanan panjang pemerintahan dan pembangunan di Sumsel telah melewati berbagai tantangan dan dinamika. Namun di tengah perjalanan tersebut, Sumsel dinilai berhasil menorehkan sejumlah capaian dan prestasi di tingkat nasional.
Andie mengapresiasi berbagai penghargaan yang berhasil diraih Pemerintah Provinsi Sumsel sepanjang 2025 hingga 2026. Di antaranya penghargaan Provinsi dengan Penurunan Prevalensi Stunting Terbaik II Nasional Tahun 2025, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Berkinerja Terbaik di Kawasan Sumatera, hingga penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Terbaik Tahun 2025.
Selain itu, Sumsel juga menerima Anugerah Innovative Government Award 2025 sebagai provinsi terinovatif tingkat nasional serta penghargaan Satyalancana Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia atas kontribusi mendukung swasembada pangan nasional.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan dan merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.
Andie juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan daerah, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, kepala daerah kabupaten/kota, akademisi, tokoh masyarakat, insan pers, organisasi masyarakat, pemuda hingga kaum perempuan.
“Kita patut memberikan penghargaan kepada para tokoh dan seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi membangun Sumatera Selatan. Pengabdian mereka menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat lebih baik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andie turut menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara legislatif dan eksekutif sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Menurutnya, sinergi yang baik menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan di Sumsel.
“DPRD dan kepala daerah memiliki kedudukan sejajar sebagai penyelenggara pemerintahan daerah. Karena itu, hubungan harmonis harus terus dijaga demi kemajuan Sumatera Selatan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Sumsel bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah.
“Di usia yang semakin matang, Sumsel memiliki modal besar berupa sejarah, budaya, serta kekayaan sumber daya alam yang luar biasa untuk terus berkembang dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Herman Deru.
Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2025 mencapai 5,35 persen atau menjadi tertinggi kedua di Pulau Sumatera. Capaian tersebut disebut terus berlanjut pada Triwulan I Tahun 2026 dengan pertumbuhan sebesar 0,75 persen.
Menurut Herman Deru, pertumbuhan ekonomi tersebut turut berdampak terhadap penurunan angka kemiskinan di Sumsel. Per September 2025, angka kemiskinan Sumsel berada pada level 9,85 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem berhasil ditekan menjadi 0,76 persen atau lebih baik dibanding capaian nasional sebesar 0,85 persen.
“Capaian tersebut turut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Per September 2025, persentase kemiskinan Sumsel berada di angka 9,85 persen. Sementara untuk kemiskinan ekstrem, Sumsel berhasil menurunkannya menjadi 0,76 persen pada tahun 2025 atau lebih baik dibanding capaian nasional sebesar 0,85 persen,” jelasnya.
Selain pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan, Herman Deru menyebut Sumsel juga berhasil meraih berbagai penghargaan di bidang pembangunan daerah, inovasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, keterbukaan informasi publik, reformasi birokrasi, digitalisasi daerah, hingga pengentasan kemiskinan dan stunting.
Di akhir paripurna, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan kebersamaan demi mendorong percepatan pembangunan Sumatera Selatan menuju daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera. (adi)
