Divianews.com | Padang — Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, secara resmi menyerahkan bantuan 15.000 bibit bambu kuning kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bantuan bernilai strategis ini merupakan inisiatif mitigasi bencana jangka panjang yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah yang kerap dilanda banjir dan tanah longsor.

Penyerahan bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Buya H. Mahyeldi Ansharullah, SP., Dt. Marajo, dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, minggu (7/12). Aula tersebut saat ini difungsikan sebagai Posko Terpadu Penanganan Banjir dan Tanah Longsor 2025, menyoroti urgensi penanganan bencana di daerah tersebut.

Penguatan Struktur Tanah Melalui Bambu

Bantuan bibit bambu kuning ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan langkah terencana yang berfokus pada penguatan daerah rawan bencana. Bambu kuning secara spesifik dipilih karena sifatnya yang dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat, efektif dalam menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko erosi yang masif.

Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, menekankan bahwa program penanaman ini adalah bagian integral dari upaya pencegahan kerusakan lingkungan yang lebih parah di masa depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Mahyeldi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dukungan dari Pangkogabwilhan I. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti bantuan ini.

“Kami sangat menghargai dukungan Bapak Pangkogabwilhan I. Penanaman bambu ini akan menjadi salah satu langkah strategis dan prioritas kami dalam memperkuat ketahanan lingkungan pascabencana. Ini adalah investasi penting untuk keselamatan masyarakat dan lingkungan kita,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Dihadiri Pakar dan Tokoh Daerah

Acara penyerahan tersebut turut dihadiri oleh pejabat dan pakar terkait. Pangkogabwilhan I didampingi oleh Mastok, yang dikenal luas sebagai pakar bambu Indonesia, dan Eri Santoso, seorang tokoh muda Sumatera Barat. Kehadiran pakar bambu ini mengindikasikan bahwa proses penanaman dan pemanfaatan bibit akan dilakukan dengan panduan teknis yang tepat.

Dari pihak Pemprov Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi, Ari Yuswandi, juga turut mendampingi Gubernur Mahyeldi, menunjukkan dukungan penuh dari jajaran birokrasi daerah.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan santap siang bersama di Rumah Makan Sederhana Padang. Gubernur Mahyeldi bertindak sebagai tuan rumah yang menjamu Pangkogabwilhan I beserta rombongan sebagai bentuk penghormatan dan penguatan jalinan silaturahmi antara Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (adi)