Divianews.com | Natuna — Waktu boleh membawa seseorang ke kota yang berbeda, pekerjaan yang berbeda, bahkan kehidupan yang sama sekali berubah. Namun, ada satu hal yang sulit dipisahkan oleh waktu: persahabatan yang tumbuh sejak duduk di bangku sekolah.

Itulah yang tergambar dalam kebersamaan Alumni Angkatan 2003 SMP Negeri 1 Bunguran Barat pada puncak acara Reuni Akbar yang digelar di Sedanau, Sabtu (27/6/2026). Setelah 23 tahun menempuh perjalanan hidup masing-masing, mereka kembali berkumpul di tempat yang pernah menjadi saksi masa-masa paling sederhana sekaligus paling berkesan.

Tak ada lagi sekat profesi maupun jabatan. Di antara mereka kini ada yang menjadi pegawai, pejabat, pengusaha, pekerja swasta, nelayan, hingga perantau yang datang dari berbagai daerah. Namun, ketika kaki kembali menginjak halaman sekolah, semua kembali menjadi murid SMP yang saling memanggil dengan nama kecil, saling menggoda, dan tertawa mengenang tingkah laku semasa remaja.

Momen itu bukan sekadar reuni. Ia adalah perjalanan pulang menuju kenangan.

Obrolan demi obrolan mengalir tanpa jeda. Ada yang mengenang guru yang tegas, tetapi penuh kasih. Ada yang tertawa saat mengingat hukuman karena terlambat masuk kelas. Ada pula yang mengisahkan kembali persahabatan yang nyaris terlupakan. Beberapa bahkan mengaku baru kembali bertemu setelah lebih dari dua dekade tidak pernah saling berjumpa.

Sesekali terdengar gelak tawa yang diselingi mata yang berkaca-kaca. Wajah memang tak lagi sama. Rambut sebagian mulai memutih, garis-garis usia mulai tampak. Namun, kehangatan yang lahir dari persahabatan itu tetap terasa utuh, seolah waktu tak pernah benar-benar memisahkan mereka.

“Yang membuat kami datang bukan hanya acara reuni, tetapi kerinduan untuk kembali berkumpul dengan teman-teman yang pernah mengisi masa remaja kami. Momen seperti ini sangat berharga dan belum tentu bisa terulang,” ungkap Jon, salah seorang alumni Angkatan 2003, kepada Divianews.com, Sabtu (27/6/2026).

Kebersamaan Angkatan 2003 menjadi potret kecil dari kemeriahan Reuni Akbar SMP Negeri 1 Bunguran Barat yang mempertemukan alumni lintas generasi, mulai dari angkatan 1965 hingga 2020. Perbedaan usia yang mencapai puluhan tahun melebur dalam satu ikatan yang sama: cinta kepada almamater.

Reuni itu bukan hanya tentang bernostalgia. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa waktu memang mampu mengubah banyak hal, tetapi tidak pernah berhasil menghapus jejak persahabatan yang dibangun sejak di bangku sekolah.

Saat kamera mengabadikan senyum mereka, yang tersimpan bukan hanya sebuah foto bersama. Di balik gambar itu, ada cerita tentang persahabatan yang bertahan melewati puluhan tahun, tentang kerinduan yang akhirnya terobati, dan tentang keyakinan bahwa sejauh apa pun hidup membawa seseorang melangkah, selalu ada satu tempat yang akan terasa seperti rumah: sekolah tempat mereka pernah tumbuh bersama.(Herman)