Bahlil Tegaskan Sejarah Golkar Jadi Modal Menangkan Pemilu dan Dukung Pemerintah
Divianews.com | Palembang – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan target besar partainya untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif di seluruh tingkatan pada Pemilu mendatang. Target tersebut dibarengi dengan instruksi memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah strategis memperkokoh mesin partai.
Penegasan itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Minggu (2/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, serta jajaran pengurus DPP dan DPD Partai Golkar.
Dalam pidatonya, Bahlil tidak hanya menekankan target politik partai, tetapi juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya Golkar sebagai kekuatan politik yang tumbuh dari kebutuhan bangsa, bukan dari kepentingan segelintir elite. Menurutnya, nilai historis itulah yang harus terus dijaga dan menjadi pijakan menghadapi dinamika politik nasional saat ini.
“Golkar lahir bukan karena didirikan oleh satu orang, satu keluarga, atau kelompok tertentu. Golkar lahir dari tuntutan rakyat dan kebutuhan bangsa untuk menjaga persatuan Indonesia,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, cikal bakal Partai Golkar berasal dari Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar yang menghimpun 97 organisasi dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani, nelayan, buruh, akademisi, ulama, tenaga medis, hingga unsur TNI dan Polri. Keberagaman itu, menurutnya, mencerminkan bahwa Golkar sejak awal dibangun sebagai wadah yang merepresentasikan berbagai elemen bangsa.
Karena itu, Bahlil menegaskan Golkar tidak memiliki pemilik tunggal maupun kepentingan kelompok tertentu.
“Pemilik saham Golkar adalah rakyat Indonesia,” tegasnya.
Menurut Bahlil, sejarah tersebut tetap relevan dengan kondisi politik saat ini. Di tengah berbagai tantangan pembangunan nasional, Golkar memilih mempertahankan jati dirinya sebagai partai yang mengedepankan stabilitas politik dan pembangunan melalui dukungan terhadap pemerintah yang sah.
Ia menegaskan, Golkar tidak mengenal politik oposisi karena sejak awal berdiri berkomitmen menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
“Golkar tidak mengenal istilah oposisi. Golkar selalu mendukung pemerintah. Karena itu wajar jika Golkar berada di mana-mana untuk mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah,” ujarnya.
Komitmen tersebut, lanjut Bahlil, juga merupakan keputusan politik partai yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas), yakni memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan nasional.
Selain mempertegas posisi politik partai, Bahlil juga memasang target peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Ia menginginkan jumlah kursi Partai Golkar bertambah di seluruh tingkatan, mulai dari DPR RI, DPRD provinsi, hingga DPRD kabupaten dan kota.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta seluruh jajaran partai segera melakukan konsolidasi organisasi secara berjenjang setelah Musda tingkat provinsi selesai dilaksanakan.
“Konsolidasi harus segera dilanjutkan di tingkat kabupaten dan kota, kemudian Muscam di tingkat kecamatan, hingga pembentukan dan penguatan organisasi di desa serta kelurahan. Mesin partai harus bergerak sampai ke akar rumput,” katanya.
Bahlil juga mengingatkan seluruh kader agar tidak hanya mengandalkan kemampuan berpidato, tetapi lebih mengutamakan kerja nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Kader Golkar harus mampu bekerja, mengeksekusi program, mendengar aspirasi rakyat, dan menghadirkan solusi. Itu yang akan menjadi kekuatan Golkar dalam meraih kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (adi)
