Divianews.com | Palembang  —  Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.5 PJN I Sumsel mempercepat penanganan kerusakan di ruas Jalan Lintas Timur Palembang–Betung. Sebagai solusi permanen atas kerusakan badan jalan akibat tingginya volume kendaraan berat, jalur utama logistik Sumatra ini mulai dilapisi beton keras cepat atau rigid fast track.

Langkah ini diambil untuk menggantikan struktur permukaan aspal yang kerap bergelombang dan berlubang (rutting) akibat gempuran truk bertonase tinggi atau Over Dimension Over Load (ODOL).

PPK 1.5 PJN I Sumsel, Teuku Zulhadi, menjelaskan bahwa penanganan sepanjang 600 meter di kawasan KM 17 Palembang–Betung tersebut difokuskan sebagai percontohan (pilot project) penguatan struktur jalan nasional.

“Lintas Palembang sampai Betung ini merupakan urat nadi Lintas Timur Sumatra dengan arus lalu lintas nonstop 24 jam. Jalan aspal cepat rusak karena muatan kendaraan yang berlebih. Karenanya, kami mengambil inisiatif menggunakan beton fast track yang dalam waktu 24 jam setelah pengecoran sudah bisa langsung dilintasi kendaraan,” ujar Zulhadi saat ditemui di lokasi perbaikan, KM 17 Palembang–Betung, Selasa, 11 Agustus 2026.

Pengerjaan proyek ini menerapkan strategi khusus agar tak melumpuhkan arus kendaraan. Tim di lapangan membagi waktu pengerjaan menjadi dua hari kerja dan dua hari jeda untuk mengurai kemacetan. Pengecoran pun hanya dilakukan pada malam hari secara bertahap dan zigzag.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada area bahu jalan untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan menuju wilayah Musi Banyuasin (Muba) dalam beberapa hari ke depan.

“Saat ini sisi awal dan sisi akhir masing-masing sudah rampung sekitar 200 meter. Pekerjaan kami lakukan secara zigzag. Prediksi kami, seluruh target pengecoran ini dapat tuntas maksimal pada akhir Agustus,” tegasnya.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, BBPJN menjalin koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Banyuasin dan jajaran kepolisian setempat. Selain penempatan personel di titik-titik rawan, sosialisasi berkala juga disebarkan melalui media sosial.

Bahkan, jika terjadi kemacetan parah di jalur utama, pengalihan arus ke ruas Tol Palembang–Betung siap dilakukan secara situasional setelah mengantongi izin dari Balai Pelaksana Jalan Tol (BPJT).

Secara keseluruhan, Zulhadi menyebutkan bahwa progres fisik paket pekerjaan di bawah pengawasannya telah mencapai 75 persen. Selain pengecoran jalan di KM 17, penanganan box culvert di KM 13 telah rampung 100 persen, sementara penggantian Jembatan Buluh Dabuk kini sudah menyentuh angka 94 persen. (adi)