Sinergi Pemprov Sumsel, Kilang Plaju Salurkan Dukungan 10 Ribu Bibit Ikan Patin
Divianews.com | Palembang – Sepuluh ribu bibit ikan Patin akhirnya berenang bebas di kolam yang berada di tengah-tengah pemukiman warga di RT 34, RW 12 Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Kota Palembang, Minggu (20/9/2026).
Patin itu nantinya diharapkan menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat. Tak hanya bibit, bantuan dari PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju itu juga disertai 10 karung pakan ikan (PF 800) dengan total 100 kg.
Kilang Plaju, perusahaan pengolahan migas & petrokimia yang berdiri megah di ujung selatan Kota Palembang itu, memang terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan di sekitar wilayah operasional.
Dukungan ini juga menjadi wujud sinergi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang memotori Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang digalakkan sejak 2021 silam. Dalam kesempatan ini, Pemprov ikut menyediakan ratusan Bibit tanaman cabe rawit, terong, dan tomat dalam kantung polibag.
Seluruh paket bantuan ini dirancang untuk dapat dimanfaatkan, dibudidayakan, dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah yang aktif sebagai penggerak lingkungan di wilayah tersebut, guna memenuhi kebutuhan pangan harian serta mendongkrak perekonomian keluarga secara mandiri. Selain KWT Barokah, penerima manfaat dari bantuan bibit ikan ini ialah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Fishfarm.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Edward Candra mengapresiasi transformasi pola pikir masyarakat melalui program GSMP, dari yang sebelumnya berstatus sebagai pembeli menjadi penghasil mandiri, serta menyampaikan terima kasih khusus kepada Pertamina atas dukungan perikanan yang diberikan.
“Pola pikir kita harus diubah, dari pembeli menjadi penghasil. Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana, seperti menanam cabai, terong, dan sayuran lainnya, serta memelihara ikan lele untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Sekda.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rumah, masyarakat diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga secara mandiri sehingga tidak selalu bergantung pada pasok ketersediaan di pasar.
Edward juga mengapresiasi dukungan dan keterlibatan Pertamina yang aktif dalam membina KWT Barokah dan menyukseskan program GSMP. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina yang telah memberikan bantuan untuk mendukung program pemerintah, khususnya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan,” ujar Dr. drs. H. Edward Chandra, M.H.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia, menyampaikan bahwa keterlibatan Kilang Plaju dalam program GSMP merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang diinisiasi oleh Pemprov Sumatera Selatan. Melalui sinergi penyaluran 10.000 bibit ikan patin beserta pakannya serta bibit tanaman kepada KWT Barokah ini, kami berharap masyarakat di sekitar wilayah operasional Kilang Plaju dapat semakin mandiri secara pangan, memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif, serta meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarganya secara berkelanjutan,” ungkap Fauzia.
Di satu sisi, Ketua KWT Barokah, Juniarti, mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemprov Sumsel dan Pertamina, dan berkomitmen bersama kelompoknya untuk mengoptimalkan pekarangan untuk ketahanan pangan.
“Kami selaku pengurus dan seluruh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Pertamina dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui program GSMP ini, kami sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya dukungan nyata berupa 10.000 bibit ikan patin, pakan, serta bibit tanaman. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan meningkatkan kemandirian pangan keluarga,” ujar Juniarti.
Turut hadir pula mendampingi jajaran pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan, Aries Irwan Wahyu, S.STPI., M.Si., Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekda Provinsi Sumsel, Dr. Darmayanti, S.E., M.M., serta Kepala UPTD Balai Perlindungan Tanaman, Pangan dan Hortikultural (BPTPH) Sumsel, Yosi Utami, S.P., M.P.P., M.Ap, serta Camat Plaju Bambang Adrianto.
Melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha ini, Kilang Plaju berharap semangat kemandirian pangan dapat terus berakar di tengah masyarakat Plaju, sekaligus menjadi inspirasi bagi kelompok-kelompok masyarakat lainnya untuk berdaya bersama. (adi)

