Divianews.com | Lahat – Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tanjung Sakti PUMI, Jumat (2/1). Kunjungan ini bertujuan meninjau infrastruktur pendukung sekaligus menggali potensi sektor perikanan sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi sektor perikanan, pertanian, dan perkebunan.

Dalam agenda tersebut, Bupati Lahat bersama jajaran meninjau sejumlah lokasi strategis, di antaranya jembatan gantung di Desa Gunung Karto, Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Tanjung Sakti, serta kolam ikan air deras milik warga di Desa Gunung Kembang.

Kepala Desa Gunung Karto, Sirianto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bupati Lahat yang turun langsung melihat kondisi jembatan gantung di wilayahnya. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk perekonomian warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran yang telah berkenan hadir dan meninjau langsung kondisi jembatan gantung di Desa Gunung Karto. Kami berharap perbaikannya dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali lancar dan aman,” ujar Sirianto.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa kunjungan Pemerintah Kabupaten Lahat ke Kecamatan Tanjung Sakti PUMI memiliki sejumlah agenda penting, terutama percepatan penanganan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Lahat tidak akan menunggu bantuan dari pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan jembatan gantung yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

“Jembatan ini menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lahat akan segera menindaklanjuti dan melakukan perbaikan secepat mungkin, tanpa harus menunggu pemerintah pusat,” tegas Bupati.

Selain meninjau infrastruktur, Bupati Lahat juga melihat langsung potensi pengembangan sektor perikanan di wilayah Tanjung Sakti PUMI. Ia berharap optimalisasi Balai Benih Ikan serta budidaya kolam ikan air deras milik warga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat ke depan. (Lili)