Divianews.com | Lahat – Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih,menegaskan pentingnya peran aktif camat dan kepala desa dalam memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial tepat sasaran. Penegasan itu disampaikan saat rapat optimalisasi penggunaan DTSEN di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Rabu (19/2/2029).

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lahat Chandra, serta jajaran perangkat daerah, camat, dan kepala desa se-Kabupaten Lahat.

Dalam arahannya, Widia menekankan bahwa pemutakhiran DTSEN merupakan amanat langsung dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menurutnya, DTSEN menjadi fondasi utama dalam perencanaan sekaligus pelaksanaan seluruh program sosial di daerah.

“Tanpa data yang akurat, mutakhir, dan terpadu, program apa pun berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, camat dan kepala desa harus bersinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan DSP3A dalam memverifikasi serta memvalidasi data di wilayah masing-masing,” tegas Widia.

Ia menjelaskan, pemutakhiran data bukan pekerjaan yang selesai dalam satu tahap, melainkan proses berkelanjutan yang membutuhkan ketelitian, integritas, dan tanggung jawab moral.

Widia menegaskan, DTSEN bukan sekadar daftar nama penerima bantuan sosial, melainkan sistem data terpadu yang menjadi rujukan seluruh program perlindungan sosial pemerintah. Proses pembaruan data dilakukan melalui usulan berjenjang dari tingkat RT/RW, perangkat desa, hingga partisipasi masyarakat melalui aplikasi SIKS-NG dan Cek Bansos.

Selain itu, proses verifikasi dan validasi juga melibatkan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bersama BPS agar data benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat di lapangan.

“Kalau datanya tidak akurat, risikonya bantuan tidak tepat sasaran. Karena itu, kita harus bekerja teliti, transparan, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Lahat menargetkan optimalisasi penggunaan DTSEN sebagai instrumen utama dalam mempercepat pengentasan kemiskinan serta memastikan setiap bantuan sosial diterima oleh warga yang benar-benar berhak. (Lili)