Bergerak, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Membaur Erat di Daerah Bencana
“kita mampu melewati setiap badai, asalkan kita berdiri bersama“
Ditulis Oleh Adi Asmara Divianews.com
Divianews.com | Sumbar – Saat bencana melanda, yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan logistik, tetapi kecepatan dan kehadiran. Kehadiran yang memberikan jaminan bahwa mereka tidak sendirian. Dan di Sumatera Barat, di tengah puing dan duka yang menyelimuti Agam dan Solok, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, hadir sebagai penguat.
Ia bukan tipe pejabat yang menunggu laporan di ruangan yang sejuk. Letjen Kunto, dengan langkah cepat dan tanpa seremoni, langsung menjejakkan kaki di tanah yang retak. Dari Nagari Balingka yang terisolasi hingga Muaro Pingai, ia datang bersama anak buahnya, melebur menjadi bagian dari warga yang tengah berjuang bangkit.
Bukan Hanya Sekedar Cek Laporan, tapi Dengarkan Cerita
Kunjungan sebagai langkah untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Bagi Letjen Kunto Arief Wibowo, peninjauan lapangan bukan sekadar memastikan proses administrasi berjalan, melainkan sebuah kewajiban moral.
“Kita harus melihatnya secara nyata. Tingkat kerusakan, kondisi riil masyarakat—ini yang utama,” tuturnya dalam berita yang dikutif dari media online divianews.com, rabu (10/12/2025)
Kata-katanya sederhana, namun dampaknya luar biasa. Ia menekankan bahwa bantuan tidak boleh asal tumpah, tetapi harus “menjawab kebutuhan riil.” Artinya, ia ingin memastikan setiap karung beras, setiap lembar terpal, betul-betul menyentuh luka yang paling dalam. Kehadirannya menjadi filter alami, memastikan tak ada warga yang terlewat, dan tak ada birokrasi yang menghambat uluran tangan kemanusiaan.
Pelukan Moral
Semangat tak kenal lelah itu terus menyala. Setelah dari Solok, ia kembali ke Kabupaten Agam, khususnya Kecamatan Palembayan yang juga terdampak parah. Di sini, fokusnya bukan hanya pada barang, tetapi pada orang.
Letjen Kunto mengecek personel gabungan satu per satu, memastikan mereka tetap prima meski tugas pemulihan sangat menguras energi. Ini adalah inspirasi kepedulian dari seorang pemimpin kepada prajuritnya. Ia tahu, tim penanggulangan adalah cermin dari semangat negara.
Momen paling menghangatkan adalah ketika ia menyerahkan bantuan secara simbolis. Itu lebih dari sekadar logistik. Itu adalah ‘pelukan moral’ yang sangat dibutuhkan warga yang kehilangan segalanya.
“Kami datang untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal. Setiap bantuan harus sampai kepada warga yang membutuhkan secepatnya,” tegasnya. Kalimat ini seperti janji yang langsung ditujukan kepada setiap keluarga korban.
Perlu Ada Sinergi Cepat, Dan Pemulihan Tegas
Jenderal Bintang Tiga ini tidak hanya memberikan empati, tetapi juga solusi yang lugas. Ia menggandeng erat unsur Forkopimda, Pemda, BPBD, dan seluruh relawan. Ia menciptakan sinergi yang kuat, memutus sekat-sekat formalitas.
“Pemulihan di Palembayan harus berjalan cepat. Dengan sinergi yang kuat antara semua pihak, kami optimis aktivitas masyarakat dapat segera normal kembali. Percepatan rehabilitasi adalah perintah utama,” ujarnya, memberikan instruksi tegas namun penuh harapan.
Perjalan tugas Letjen TNI Kunto Arief Wibowo sengaja dibuat oleh penulis sebagai inspirasi yang menembus batas jabatan. Ia mengajarkan bahwa kepemimpinan tertinggi terletak di garis depan, di antara tawa dan tangis warga yang berjuang bangkit.
Dari sini penulis ingin menyampaikan ada ketulusan, kehadiran langsung, dan semangat tak kenal lelah menjadi kunci utama untuk membantu sesama pulih dari bencana.
Perjalanan tugas Negara Kunto Arief Wibowo baik sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I maupun sebagai rakyat biasa yang hingga kini masih berlanjut di Agam dan Solok Sumatera Barat, adalah pengingat, bahwa kita bisa melewati setiap badai, asalkan kita berdiri bersama.
