Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, DPRD Sumsel Minta Pemkot dan PTPN Segera Duduk Bersama
Divianews.com | Palebang — Penutupan seluruh kegiatan usaha di kawasan Desa Wisata Gunung Dempo, Kota Pagaralam, menuai sorotan. Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sumatera Selatan, H. Alfrenzi Panggarbesi, mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam dan pihak PTPN Gunung Dempo segera duduk bersama guna mencari solusi. Ia menilai, langkah penutupan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, terutama bagi ratusan karyawan yang terancam kehilangan pekerjaan.
“Saya berharap Pak Wali Kota dan pimpinan PTPN untuk duduk bersama menyelesaikan masalah ini sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Alfrenzi kepada wartawan di Palembang, Kamis (30/4).

Menurut Alfrenzi, ia menerima laporan dari sejumlah pelaku usaha di kawasan Desa Wisata Gunung Dempo yang mengeluhkan penghentian sementara aktivitas usaha mereka. Penutupan tersebut disebut-sebut dipicu persoalan administrasi, meski para pelaku usaha mengaku telah berupaya memenuhi berbagai persyaratan kerja sama yang ditetapkan oleh PTPN maupun Pemkot Pagaralam.
“Saya kira ini persoalan koordinasi dan komunikasi saja. Oleh karena itu Pemkot Pagaralam dan PTPN harus duduk bersama mencarikan solusinya,” ujar anggota DPRD Sumsel dari Daerah Pemilihan Sumsel 7 yang meliputi Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Empat Lawang.
Lebih lanjut, Alfrenzi menekankan pentingnya keberadaan Desa Wisata Gunung Dempo yang selama ini telah memberikan kontribusi signifikan bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Kawasan yang telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh Kementerian Pariwisata tersebut dinilai berhasil menjadi salah satu destinasi unggulan di Kota Pagaralam.
“Selain mempromosikan wisata di Kota Pagaralam, kawasan Desa Wisata Gunung Dempo telah menjadi destinasi unggulan yang mampu menarik minat pengunjung. Ini tentu berdampak pada pergerakan ekonomi masyarakat. Apalagi, berbagai usaha wisata di sana telah banyak membuka lapangan kerja bagi warga,” jelasnya.
Ia pun mengingatkan agar persoalan ini tidak berlarut-larut karena dapat merugikan pelaku usaha pariwisata serta masyarakat setempat. Alfrenzi optimistis pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan pembangunan daerah.
“Saya percaya Pak Wali Kota dan jajaran mempunyai komitmen yang kuat untuk membangun pariwisata yang menjadi andalan Kota Pagaralam,” pungkasnya. (ADV)
