BI Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi di Sumsel
Divianews.com | Palembang – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya tarik investasi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bersua “Berjejaring dan Bersinergi untuk Akselerasi Ekonomi” yang digelar di Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, rabu (10/06).
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan, Kasdam II/Sriwijaya, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta perwakilan perbankan di Sumatera Selatan. Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Dalam paparannya, Bambang menjelaskan bahwa dinamika global mendorong Bank Indonesia mengambil berbagai langkah kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk melalui penyesuaian suku bunga dan penguatan instrumen moneter guna menjaga kepercayaan investor.
“Bagaimana kita meningkatkan daya tarik atau imbal hasil instrumen domestik sehingga aliran modal asing dapat kembali masuk ke Indonesia di tengah ketidakpastian global. Stabilitas harus tetap terjaga, namun likuiditas juga harus tetap tersedia agar aktivitas ekonomi terus berjalan,” ujar Bambang.
Menurutnya, Bank Indonesia terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar domestik maupun pasar internasional. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam gejolak pasar keuangan yang dipengaruhi sentimen global.
“Kami memperkuat intervensi baik di pasar domestik maupun luar negeri untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan pasar keuangan tetap berjalan dengan baik. Tujuannya adalah menjaga kepercayaan pelaku pasar dan mendukung stabilitas ekonomi nasional,” katanya.
Selain itu, BI tetap melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder secara terukur dan transparan dengan tetap memperhatikan kecukupan likuiditas perbankan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi intermediasi perbankan sehingga penyaluran kredit kepada dunia usaha dan masyarakat tetap berjalan optimal.
Bambang juga menyampaikan bahwa BI terus memperluas kerja sama transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) dengan sejumlah negara mitra dagang untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam transaksi perdagangan internasional.
“Melalui kerja sama bilateral dan penggunaan mata uang lokal, kita ingin menciptakan sistem transaksi yang lebih efisien sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional terhadap gejolak eksternal,” jelasnya.
Dalam forum yang berlangsung santai ini, para peserta juga saling bertukar pandangan, memberikan masukan, serta membahas berbagai strategi kolaboratif guna mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang berkelanjutan. Sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, regulator, dunia perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong akselerasi pembangunan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan Bersua, Bank Indonesia berharap koordinasi dan kolaborasi lintas sektor semakin kuat sehingga mampu menghasilkan langkah-langkah konkret dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada di masa mendatang. (adi)
