Divianews.com | Natuna – Penantian panjang Mickdyanto akhirnya mulai menemukan titik terang. Setelah hampir 10 tahun bertahan di rumah yang jauh dari kata layak, secercah harapan datang ketika Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) turun langsung melakukan survei ke kediamannya.

Pada Sabtu (25/7/2026) pagi, tim Dinas Perkim mendatangi rumah Miki di RT 003 RW 002, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Dalam kegiatan tersebut, Lurah Sedanau, Adi Suharsa, turut mendampingi untuk melihat langsung kondisi bangunan sekaligus memastikan proses pendataan berjalan sesuai dengan keadaan di lapangan.

Rumah sederhana yang selama ini ditempati Miki bersama istri dan ketiga anaknya memang menyimpan banyak cerita. Atap seng yang bocor, dinding kayu yang rapuh, serta lantai papan yang mulai keropos akibat dimakan usia menjadi gambaran keseharian keluarga kecil itu selama bertahun-tahun.

Kehadiran pemerintah daerah bersama pemerintah kelurahan menjadi sinyal bahwa persoalan rumah tidak layak huni yang dialami Miki mulai mendapat perhatian serius. Tim memeriksa setiap bagian bangunan sebagai bahan verifikasi sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Bagi Miki, kedatangan petugas bukan sekadar agenda survei. Momen itu menjadi jawaban atas harapan yang selama ini terus ia gantungkan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya Dinas Perkim, dan juga kepada Bapak Lurah Sedanau yang telah mendampingi survei ini. Saya sangat bersyukur karena akhirnya rumah kami bisa dilihat langsung. Mudah-mudahan ada tindak lanjut sehingga keluarga kami dapat memiliki rumah yang lebih layak,” ujarnya, kepada Divianews.com, Sabtu (25/07/2026) malam.

Miki mengaku tidak pernah menginginkan kemewahan. Sebagai pekerja serabutan yang terkadang melaut, menjadi kuli bangunan, atau menerima pekerjaan apa pun demi memenuhi kebutuhan keluarga, ia hanya berharap memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi istri serta ketiga anaknya.

Survei yang dilakukan Dinas Perkim merupakan tahapan awal untuk memverifikasi kondisi rumah sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut. Kehadiran Lurah Sedanau dalam proses tersebut juga menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah kelurahan dalam memastikan warga yang membutuhkan bantuan benar-benar terdata berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Sebelumnya, kisah perjuangan Miki yang hampir satu dekade tinggal di rumah tidak layak huni sempat menggugah perhatian publik. Kondisi rumah yang bocor saat hujan, dinding yang mulai lapuk, serta lantai yang rapuh menjadi potret kehidupan yang harus dijalani keluarganya dari hari ke hari.

Kini, setelah pemerintah turun langsung melakukan survei, harapan itu kembali tumbuh. Miki berharap langkah cepat yang telah dimulai tidak berhenti pada proses pendataan, melainkan berlanjut hingga keluarganya benar-benar dapat menempati rumah yang layak huni.

“Bagi kami, rumah bukan hanya tempat berteduh. Rumah adalah tempat anak-anak tumbuh dengan rasa aman. Mudah-mudahan harapan itu segera menjadi kenyataan,” tutupnya. (Ivan)