Divianews.com | Batam – Upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Hal itu ditandai dengan audiensi Founder Bios 44 Indonesia, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo bersama tim dengan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepri masa bakti 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bios 44 Indonesia yang terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan melalui pemanfaatan teknologi hayati Bios 44.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berkomitmen memperkuat sektor pertanian meski dihadapkan pada keterbatasan lahan yang menjadi karakteristik wilayah kepulaua.

Foto Bersama Founder Bios 44 Indonesia, Mia Kunto Arief Wibowo dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi konsistensi Ibu Mia yang terus membantu upaya pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan melalui media Bios 44. Keterbatasan lahan yang ada di wilayah kita adalah tantangan yang harus membuat kita semakin kreatif dan inovatif dalam menghasilkan kebutuhan pangan yang dapat kita usahakan sendiri,” ujar Nyanyang.

Menurutnya, keberhasilan membangun ketahanan pangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dunia usaha. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepri untuk bersama-sama mendukung terciptanya sistem ketahanan dan kedaulatan pangan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Founder Bios 44 Indonesia, Mia Kunto Arief Wibowo, kepada divianews.com jum’at (03/06/2026} menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan sekaligus mendorong pengembangan program ketahanan pangan dan perbaikan ekosistem lahan di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Mia, Bios 44 merupakan cairan berbasis perpaduan mikroorganisme yang memiliki manfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah, memulihkan kondisi lahan gambut, serta membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Kami tentu merasa senang mendapat sambutan baik serta dukungan dari Bapak Wakil Gubernur untuk menjadi mitra HKTI. Semoga ke depan kami dapat terus berdampingan dengan pemerintah dalam mewujudkan cita-cita pemerintah di bidang ketahanan dan kedaulatan pangan,” kata Mia.

Ia juga menilai prospek sektor pertanian di Batam dan Kepulauan Riau terus menunjukkan perkembangan positif. Terlebih, kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan ekspor dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produksi dan daya saing.

“Saat ini geliat potensi pertanian di Batam dan Kepulauan Riau sangat baik. Ditambah lagi pemerintah telah membuka peluang lebih luas untuk meningkatkan ekspor. Ini tentu menjadi kesempatan besar bagi pengembangan sektor pertanian ke depan,” pungkasnya. (adi)