Divianews.com | Natuna – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat RT 01 RW 05 Penyong, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pada Jumat (10/7/2026), puluhan warga turun langsung memperbaiki pelabuhan kayu yang kondisinya semakin memprihatinkan.

Tanpa menunggu bantuan pemerintah, warga secara swadaya mengumpulkan tenaga, material, dan biaya agar pelabuhan tetap dapat digunakan oleh masyarakat dan para nelayan.

Pelabuhan yang dibangun pada 2007 itu merupakan akses vital bagi warga pesisir. Namun, seiring usia yang hampir dua dekade, banyak bagian pelabuhan mengalami kerusakan dan membahayakan keselamatan pengguna.

Ketua RT 01 RW 05 Penyong, Riduwan, mengatakan perbaikan yang dilakukan saat ini hanya bersifat sementara. Menurutnya, kondisi pelabuhan sudah sangat membutuhkan pembangunan atau rehabilitasi secara menyeluruh.

“Pelabuhan ini sudah dibangun sejak tahun 2007. Setiap tahun kami selalu mengusulkan perbaikannya melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), bahkan sudah menjadi usulan prioritas. Namun sampai hari ini belum juga terealisasi,” ujar Riduwan kepada Divianews.com melalui sambungan telepon. Jum’at, (10/07/2026) malam.

Ia mengaku kecewa karena usulan yang terus disampaikan dari tingkat kelurahan hingga kecamatan belum membuahkan hasil, sementara kondisi pelabuhan semakin memburuk.

Riduwan juga mengungkapkan bahwa kerusakan pelabuhan telah memakan korban. Beberapa warga dilaporkan pernah terjatuh akibat papan yang lapuk dan konstruksi yang sudah tidak layak.

“Sudah ada masyarakat yang jatuh saat melintas di pelabuhan ini. Karena itu kami berharap pemerintah daerah benar-benar memberi perhatian. Jangan sampai menunggu ada korban yang lebih serius baru dilakukan perbaikan,” tegasnya.

Menurut Riduwan, gotong royong yang dilakukan warga merupakan bentuk kepedulian agar aktivitas masyarakat tidak terhenti. Meski demikian, kemampuan masyarakat sangat terbatas sehingga hanya mampu melakukan perbaikan seadanya.

Aksi gotong royong ini menjadi bukti kuat semangat kebersamaan masyarakat Penyong dalam menjaga fasilitas umum. Namun di balik semangat tersebut, tersimpan harapan besar agar pemerintah segera merealisasikan usulan yang selama bertahun-tahun telah disampaikan melalui Musrenbang.

Bagi warga Penyong, pelabuhan bukan sekadar bangunan kayu, melainkan urat nadi transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Dengan usia yang telah mencapai hampir 19 tahun, mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar pelabuhan tersebut dapat dibangun lebih layak, aman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat untuk jangka panjang. (Ivan)