Divianews.com | Palembang — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel agar menyambut pergantian Tahun Baru secara sederhana dan tanpa euforia berlebihan. Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang ditujukan kepada seluruh bupati dan wali kota.

Herman Deru menegaskan, kebijakan tersebut merupakan wujud kepekaan pemerintah terhadap kondisi sosial masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, tidak semua warga dapat merayakan Tahun Baru dalam suasana gembira.

“Tidak semua masyarakat kita berada dalam kondisi yang sama. Ada yang sedang menghadapi bencana, kesulitan ekonomi, dan berbagai persoalan hidup lainnya. Karena itu, perayaan Tahun Baru sebaiknya dilakukan dengan penuh empati,” ujar Herman Deru, senin (29/12)

Dalam surat edaran tersebut, Gubernur meminta kepala daerah tidak menyelenggarakan atau mendorong kegiatan perayaan yang bersifat euforia. Ia secara khusus mengingatkan agar kegiatan seperti pesta hiburan terbuka, konvoi kendaraan, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dihindari.

“Perayaan yang berlebihan tidak mencerminkan rasa kepedulian terhadap sesama. Kesederhanaan justru menjadi nilai penting yang perlu kita kedepankan saat ini,” tegasnya.

Herman Deru menambahkan, momentum pergantian tahun seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan penguatan solidaritas sosial, bukan semata-mata perayaan hura-hura.

Selain aspek sosial, Gubernur juga menaruh perhatian pada faktor keamanan dan ketertiban. Ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah pengendalian yang diperlukan untuk menjaga stabilitas wilayah selama malam Tahun Baru.

“Saya minta seluruh daerah meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan unsur terkait lainnya agar situasi tetap aman dan kondusif,” katanya.

Meski demikian, Herman Deru menegaskan bahwa surat edaran tersebut bukan bertujuan membatasi kegembiraan masyarakat. Pemerintah hanya mengarahkan agar perayaan dilakukan secara lebih bermakna dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

“Kami tidak melarang masyarakat bergembira, tetapi mari kita rayakan Tahun Baru dengan cara yang sederhana, tertib, dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia berharap seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan dapat melaksanakan imbauan tersebut secara bertanggung jawab, sehingga pergantian Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kepedulian sosial. (adi)