Divianews.com | Bengkulu — Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) bersama Kepala Staf Kogabwilhan I dan para Asisten Kas Kogabwilhan I meninjau langsung medan serta melakukan pendataan informasi di wilayah Bengkulu. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan latihan kesiapan operasi penanggulangan bencana guna memastikan seluruh unsur siap menghadapi potensi bencana alam.

Peninjauan dilaksanakan di sejumlah titik rawan bencana di wilayah Bengkulu dengan melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah. Langkah ini difokuskan pada pengecekan kondisi geografis, infrastruktur pendukung, serta kesiapan sistem komando dan pengendalian di lapangan.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi terpadu antara TNI, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, serta sejumlah instansi terkait, di antaranya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Koordinasi intensif dilakukan untuk menyamakan persepsi, prosedur, dan langkah taktis dalam menghadapi situasi kedaruratan.

Secara geografis, wilayah barat Sumatera, termasuk Bengkulu, berada di jalur patahan aktif dan zona subduksi yang berpotensi memicu gempa bumi dan megathrust. Kondisi ini menjadikan kesiapsiagaan sebagai kebutuhan mendesak, bukan sekadar agenda rutin. Peninjauan medan dan pendataan informasi dinilai krusial untuk memperkuat mitigasi risiko dan menyusun rencana respons cepat apabila bencana terjadi sewaktu-waktu.

Dalam keterangannya, Pangkogabwilhan I menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan penanggulangan bencana. Kesiapan personel, sarana prasarana, serta kejelasan rantai komando harus dipastikan sejak dini agar respons di lapangan dapat berjalan efektif, efisien, dan terpadu.

Melalui kegiatan ini, seluruh unsur diharapkan semakin waspada dan responsif, sehingga keselamatan masyarakat dapat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah penanganan bencana.(adi)