Perkuat Layanan Cuci Darah, Pemkab Lahat Mutasi 29 Perawat ke RSUD Lahat
Divianews.com | Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada 29 perawat untuk memperkuat layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD Kabupaten Lahat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan terapi cuci darah.
Penyerahan SK mutasi tersebut dilakukan dalam kegiatan audiensi yang berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat, Rabu (24/6/2026), dan dihadiri Bupati Lahat Bursah Zarnubi, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD Lahat, manajemen RSUD Lahat, serta para penerima SK.
Kepala BKPSDM Kabupaten Lahat, Marliansyah, menjelaskan bahwa pemenuhan tenaga perawat hemodialisis merupakan program prioritas pemerintah daerah dalam mendukung penguatan layanan kesehatan di RSUD Lahat.
Menurutnya, sejak Maret 2026, RSUD Lahat membutuhkan 40 perawat hemodialisis untuk menunjang pengembangan layanan cuci darah yang terus ditingkatkan.
“Sesuai arahan pimpinan daerah, RSUD Lahat membutuhkan 40 orang perawat hemodialisis. Hari ini telah selesai 29 PNS yang menerima SK mutasi, sementara 11 orang lainnya masih berstatus CPNS dan akan diproses setelah menjadi PNS,” ujar Marliansyah.
Ia menambahkan, meskipun belum dapat dimutasi secara administratif, 11 CPNS tersebut tetap akan dilibatkan dalam pelatihan dan penugasan sementara di RSUD Lahat guna mendukung kebutuhan layanan kesehatan.
Dukungan terhadap langkah Pemkab Lahat juga disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Nanda Pinola Harahap. Ia menilai penguatan tenaga kesehatan di bidang hemodialisis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pelayanan bagi masyarakat.
“Komisi IV DPRD Lahat menyambut baik upaya ini sebagai penguatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kami akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi agar pelayanan semakin meningkat dan menjangkau masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Karena itu, para perawat yang mendapat penugasan baru diminta mengikuti seluruh tahapan pelatihan secara serius.
“Kita ingin ada perbaikan pelayanan. Ikuti pelatihan dengan baik, tingkatkan kemampuan, dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pengawasan tetap dilakukan agar hasilnya maksimal,” tegas Widia.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer.
“Kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kita menuju pelayanan primer yang lebih baik. Dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan,” ujar Bursah.
Bupati mengungkapkan, RSUD Lahat saat ini sedang mengembangkan layanan hemodialisis dengan kapasitas hingga 50 tempat tidur. Untuk mendukung operasional layanan tersebut, dibutuhkan sedikitnya 40 tenaga perawat yang memiliki kompetensi khusus di bidang hemodialisis.
“Perawat yang ditugaskan akan mengikuti pelatihan hemodialisis selama empat bulan dan diharapkan dapat mengabdi minimal 10 tahun di RSUD Lahat,” tambahnya.
Melalui penempatan 29 perawat tersebut, Pemkab Lahat berharap pelayanan cuci darah di RSUD Lahat semakin optimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas tanpa harus dirujuk ke daerah lain. (Lh)
