Gelar DKG 7TH 2026, BI Sumsel Dorong Transformasi Digital UMKM dan Pariwisata
Divianews.com | Palembang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar ajang tahunan Digital Kito Galo (DKG) ke-7 Tahun 2026 yang akan dipadukan dengan event Gemilang Palembang Raya pada 25–28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pariwisata, serta ekonomi kreatif yang meliputi kuliner, kriya, dan fesyen.
Rangkaian kegiatan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono, dalam acara BESAMO (Bincang Ekonomi Santai Membangun Optimisme Bersama Media) yang melibatkan awak media ekonomi bisnis BI Sumsel di Lantai 2 Kantor BI Sumsel, Palembang, Kamis (18/6/2026).
Menurut Bambang, Digital Kito Galo yang kini memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh terus berkembang menjadi salah satu agenda unggulan dalam mendukung perluasan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sumatera Selatan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat terhadap transaksi digital, memperluas penggunaan pembayaran non-tunai, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, transformasi digital tidak hanya menyasar sektor perdagangan dan UMKM, tetapi juga telah merambah sektor pariwisata, pendidikan, hingga ekosistem sosial dan keagamaan.
“Salah satu pintu masuk yang kami lakukan adalah digitalisasi pembayaran untuk membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin luas dan terintegrasi. Bersama pemerintah daerah, kami telah menghadirkan berbagai inovasi, termasuk aplikasi Siguntang untuk optimalisasi penerimaan daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor. Harapannya, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, dan transparan,” katanya.
Bambang menambahkan, digitalisasi juga terus diperkuat melalui penggunaan QRIS pada sektor UMKM, transaksi sosial keagamaan, hingga kotak amal digital yang kini semakin banyak dimanfaatkan masyarakat.
Dalam penyelenggaraan Digital Kito Galo 2026, BI Sumsel juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343.
Berbagai agenda akan dihadirkan dalam festival tersebut, mulai dari Festival Kuliner, kompetisi ekonomi kreatif, edukasi transaksi digital, promosi produk UMKM, pameran inovasi digital, hingga hiburan untuk masyarakat.
Selain itu, kegiatan akan terintegrasi dengan event Gemilang Palembang Raya yang menampilkan promosi budaya, pariwisata, dan produk unggulan daerah sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan nantinya akan didukung dengan digitalisasi pembayaran melalui QRIS. Kami ingin masyarakat semakin terbiasa bertransaksi secara digital sekaligus memperkuat penggunaan produk dan layanan keuangan digital di Sumatera Selatan,” jelas Bambang.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang, Isnaini Madani, mengapresiasi langkah Bank Indonesia Sumatera Selatan yang terus konsisten mendorong transformasi digital, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kota Palembang.
Menurut Isnaini, sinergi yang dibangun melalui penyelenggaraan Digital Kito Galo ke-7 dan Gemilang Palembang Raya 2026 sejalan dengan program Pemerintah Kota Palembang yang saat ini tengah fokus mengakselerasi pertumbuhan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Kami sangat mengapresiasi upaya Bank Indonesia Sumsel yang terus mendorong digitalisasi di berbagai sektor, termasuk pariwisata. Ini menjadi dukungan yang sangat penting bagi Pemerintah Kota Palembang yang saat ini sedang menggenjot pengembangan destinasi wisata dan ekonomi kreatif, terlebih pada momentum peringatan Hari Jadi Kota Palembang ke-1.343,” ujar Isnaini.
Ia berharap penyelenggaraan event berskala besar tersebut mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya event besar seperti ini, kami optimistis sektor pariwisata Kota Palembang akan semakin bergairah dan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Tentu efek berantainya juga akan dirasakan oleh pelaku UMKM, sektor kuliner, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif lainnya,” katanya.
Selain peningkatan kunjungan wisatawan, Isnaini menekankan pentingnya dukungan sektor penunjang, terutama aspek keamanan dan kenyamanan di lokasi-lokasi wisata.
“Kami berharap seluruh sektor pendukung juga terus berbenah. Keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di setiap destinasi wisata harus semakin baik. Dengan begitu, wisatawan yang datang akan merasa aman, nyaman, dan memiliki pengalaman yang positif selama berada di Kota Palembang,” tegasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, serta masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem pariwisata yang maju, modern, dan berdaya saing.
“Transformasi digital yang didorong melalui kegiatan ini bukan hanya soal transaksi non-tunai, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih modern, efisien, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan,” pungkas Isnaini. (adi)

