Divianews.com | Bali — Sebanyak Enam binaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) PerwakilanProvinsi Sumsel, kenalkan produk khas asal Palembang di Provinsi Bali.

Kepala BI Erwin Soeriadmaja mengatakan, BI Sumsel terus mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumsel. Sebagai langkah pengembangan pasar UMKM, BI mengenalkan produk khas Sumsel agar lebih dikenal di provinsi lainnya.

“Sebagai langkah pengembangan pasar dan mengembangkan UMKM,” katanya, disela pameran UMKM Mitra dan Binaan KPw BI Sumel dan KPw Provinsi Bali, di Beach Walk Shopping Center Kuta Bali, Jumat (29/7).

Dijelaskannya, UMKM khas Palembang yang dikenalkan di Bali yakni, Pempek Cek Molek, Pempek Syamil, Pempek Cek Putri, Pempek Umiabi, Rumah Kopi Sumsel, Beskabean Coffee, Umkm Bali, Sambal Mantu, Sese, Krilazz, Coklat CK, Kopi Bali Arabica Kintamani, The Living Barn.

“Pameran ini kami rancang khusus untuk lebih memperkenalkan lagi wisata kuliner identitas lokal khas Sumatera Selatan yaitu UMKM Pempek dan juga Kopi.  Kami juga berharap pameran hari ini dapat memberikan kesempatan lebih luas kepada para UMKM untuk mengembangkan pasarnya sekaligus bisa memberikan pengalaman untuk expo di luar Palembang,” urai Erwin.

Lebih lanjut Erwin juga menyampaikan, Ini juga sebagai perwujudan langkah BI dalam mendukung program Nasional Gernas BBI dan Bangga Wisata di Indoensia. Selanjutnya lewat kesempatan sekaligus menandakan betapa tingginya dukungan dan perhatian Pemprov Sumsel kepada UMKM Sumsel agar terus berkembang dan maju.

“Ada enam UMKM yang kita bawa ke sini,” bebernya.

Adapun tujuan dikenalkan UMKM Sumsel di Bali yakni, agar makanan dan minuman khususnya pempek dapat lebih dikenal dan mempunyai daya saing sampai internasional. Menurutnya, Bali mempunyai tempat wisata yang telah dikenal banyak oleh negara asing.

“Sasarannya jelas wisatawan, karena Warga Negara Asing (WNA) banyak di sini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan kedepan,  diharapkan makanan dan minuman khas Palembang dapat lebih dikenal hingga mancanegara. Selain itu, BI Sumsel juga menyediakan pembayaran secara digital menggunakan Qris. Hal ini demi memudahkan dalam setiap transaksi.

Sementara itu, Kegiatan hari ini tentunya merupakan kelanjutan dari pengembangan Pempek dan juga Kopi di Sumatera Selatan, paling tidak ada 3 hal yang dilakukan:

  1. Pengembangan kapasitas  peningkatan kualitas produk seiring dengan memberikan bantuan mesin pembuatanbu  pempek dan mesin mini retort, agar pempek dapat diproduksi dengan lebih terstandarisasi, berkualitas, dan lebih tahan lama.
  2. Pengembangan pasar termasuk pengembangan pasar ekspor dengan memilih lokasi Bali sebagai destinasi pertama karena Provinsi Bali sangat strategis untuk daerah pengembangan pasar wisata kuliner, dengan begitu diharapkan Pempek bisa semakin dikenal tidal hanya domestik tapi juga dunia sebagai salah satu warisan budaya lokal khas Indonesia masyarakat.

“ Kami juga berharap bisa ada busmatch dan kerjasama lebih lanjut,” tambahnya

  1. Dukungan Digitalisasi baik dari akses pasarnya mell e commerce, cara bayarnya yg salah satunya adlh mell penggunaan QR Code Standar Pembayaran Indonesia yaitu QRIS yang menyatukan berbagai aplikasi pembayaran, shg pembayaran bisa dilakukan secara cemumuah.

“Untuk memudahkan transaksi kami menyediakan Qris,nkami juga  berharap apa yang kita kolaborasikan ini kiranya tidak hanya berupa ikhtiar mengembalikan kondisi UMKM sebelum pandemi, tapi juga ikhtiar untuk membentuk UMKM yang berdaya tahan dan berdaya saing menjadi kekuatan pendorong ekonomi Sumsel dan Bali agar bisa bersama sama berlari dalam masa pemulihan ekonomi. (adi)