Divianews.com | Banyuasin — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai mengancam keberlangsungan hidup satwa dilindungi. Di Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, kebakaran menghanguskan vegetasi yang selama ini menjadi sumber pakan alami gajah.

Kondisi tersebut mendorong Satgas Karhutla Sumatera Selatan bersama tim gabungan meningkatkan pemantauan terhadap populasi gajah sekaligus memberikan asupan nutrisi tambahan berupa buah-buahan segar.

Danrem 044/Gapo sekaligus Dansat Darat Karhutla, Brigjen TNI Khabib Mahfud, mengatakan kondisi gajah yang diperiksa tim gabungan sejauh ini masih sehat. Pemeriksaan dokter hewan juga tidak menemukan kendala kesehatan yang berarti.

Namun, berkurangnya vegetasi akibat kebakaran membuat ketersediaan makanan alami harus menjadi perhatian serius.

“Alhamdulillah tadi kita cek mereka sehat, kemudian dari dokter juga tidak ada kendala. Memang mungkin di sini yang perlu nanti kita tambahkan ini adalah nutrisi tambahan,” ujar Khabib saat memantau lokasi, belum lama ini.

Menurutnya, kebakaran secara otomatis dapat mengurangi ketersediaan rumput dan vegetasi lain yang menjadi makanan alami gajah. Karena itu, pemberian pakan tambahan akan menjadi bagian dari penanganan satwa terdampak karhutla.

“Sehingga harapannya, dengan kebakaran ini kan otomatis makanan-makanan mereka, rumput yang alami ini kan kurang. Nah, ini nanti mungkin kegiatan ke depan yang mau kita tambahkan untuk pengayaan, penambahan sumber makanan mereka,” katanya.

Karhutla tidak hanya berdampak terhadap aktivitas dan kesehatan manusia. Bagi satwa liar, hilangnya vegetasi berarti berkurangnya sumber pangan sekaligus perubahan kondisi habitat.

Di kawasan Padang Sugihan, vegetasi berupa rumput, semak belukar hingga bagian tertentu dari pepohonan yang menjadi konsumsi gajah turut terdampak kebakaran. Jika kondisi tersebut berlangsung, ketersediaan pakan alami berpotensi semakin terbatas.

Meski gajah dinilai memiliki daya tahan fisik yang relatif lebih kuat terhadap paparan kabut asap dibandingkan kelompok unggas, kondisi lingkungan tetap harus mendapat perhatian. Ketersediaan pakan dan air bersih menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi satwa selama kawasan terdampak karhutla.

Saat ini, Suaka Margasatwa Padang Sugihan menjadi habitat bagi sekitar 29 ekor gajah binaan atau terawat. Selain itu, diperkirakan terdapat sekitar 150 ekor gajah liar yang hidup di kawasan hutan lepas.

Seluruh populasi tersebut terus dipantau secara berkala oleh tim gabungan. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi satwa tetap terjaga sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan akibat kebakaran terhadap habitat dan sumber pakan mereka.

Langkah pemberian nutrisi tambahan pun menjadi salah satu upaya untuk memastikan gajah tetap memperoleh asupan makanan di tengah berkurangnya vegetasi alami akibat karhutla. (adi)