Kasdam II/Swj Buka Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya 2026
Divianews.com | Palembang – Sebanyak 1.943 karateka dari 116 kontingen meramaikan Kejuaraan Wadokai Open Tournament Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya Tahun 2026 di GOR Ranau, Jakabaring, Palembang. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI ini diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus batu loncatan bagi lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kejuaraan tersebut dibuka oleh Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin , Jumat (9/10/2026). Dalam amanatnya, Kasdam menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pengurus Wadokai, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI), serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

Antusiasme peserta dinilai mencerminkan besarnya potensi olahraga bela diri di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Dari total 1.943 karateka dari 116 kontingen peserta, sebanyak 89 kontingen berasal dari wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan 27 kontingen lainnya berasal dari unsur TNI dan Polri.
Kasdam menegaskan, kejuaraan ini tidak semata-mata berorientasi pada perebutan piala dan medali. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi sarana pembinaan mental, peningkatan kemampuan atlet, serta mempererat silaturahmi antara karateka sipil dan personel TNI-Polri.
“Karate sejati tidak hanya diukur dari kemenangan yang diraih, tetapi dari sejauh mana mampu menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan kehormatan. Bertandinglah dengan gigih dan penuh semangat, hormati lawan, serta patuhi keputusan wasit. Tunjukkan jiwa kesatria dan karakter yang humanis di dalam maupun di luar lapangan,” tegas Kasdam II/Sriwijaya.
Ia juga mengingatkan para wasit dan juri agar menjalankan tugas secara objektif, adil, dan profesional. Menurutnya, integritas perangkat pertandingan menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas serta kehormatan kejuaraan.
Targetkan Atlet Sumsel Tembus Kejuaraan Nasional
Lebih lanjut, Kasdam berharap penyelenggaraan Piala Pangdam II/Sriwijaya dapat menjadi momentum untuk menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet karate potensial dari Sumatera Selatan. Atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik diharapkan mampu meningkatkan prestasi, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga mewakili wilayah Sumatera dan bersaing memperebutkan gelar juara pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) mendatang.
Untuk mencapai target tersebut, ia menekankan pentingnya evaluasi secara berkelanjutan terhadap setiap penyelenggaraan kejuaraan. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas kompetisi, memperbaiki aspek penyelenggaraan, serta memastikan pembinaan atlet berjalan secara konsisten.
Para karateka juga diimbau meningkatkan intensitas latihan dan menjaga disiplin agar mampu mengembangkan kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding. Dengan pembinaan yang terarah, kejuaraan diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan, tetapi memberikan dampak nyata bagi peningkatan prestasi olahraga daerah.
Bela Diri Jadi Bagian dari Pembinaan Prajurit
Di lingkungan Kodam II/Sriwijaya, penguasaan bela diri merupakan salah satu kemampuan dasar yang terus dikembangkan. Prajurit di setiap satuan dibina untuk menguasai berbagai seni bela diri, termasuk pencak silat dan karate, serta mendapatkan materi Bela Diri Militer (BDM) sejak menjalani pendidikan.
Kemampuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung pertahanan diri secara fisik, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan keberanian dalam menjalankan tugas serta menjunjung kebenaran.
Kasdam juga menyoroti kontribusi prajurit Kodam II/Sriwijaya terhadap perkembangan olahraga nasional. Prajurit yang memiliki kemampuan di berbagai cabang olahraga, seperti renang, atletik, berkuda, dan bela diri, turut diperbantukan serta dipercaya mewakili sejumlah daerah dalam kompetisi tingkat nasional.
Melalui penyelenggaraan Wadokai Open Tournament Karate Piala Pangdam II/Sriwijaya 2026, pembinaan atlet diharapkan semakin berkembang dan mampu melahirkan karateka yang tidak hanya unggul dalam teknik bertanding, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta nilai-nilai kesatria.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memeriahkan HUT ke-81 TNI melalui kegiatan olahraga yang mempertemukan atlet sipil dan personel TNI-Polri dalam semangat persaingan sehat dan persaudaraan. (adi)
