BPJS Ketenagakerjaan Sasar Sektor Informal, Beri Jaminan Perlindungan Para Pekerja
Divianews.com | Palembang — MEMBERIKAN jaminan kepada seluruh pekerja formal maupun informal menjadi amanah yang diemban Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan). Sektor pekerja informal menjadi fokus utama yang disasar oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang.
Tahun ini pihaknya mengejar target kepesertaan dari pekerja informal sebanyak 51.000 orang. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang Moch. Faisal, mengatakan, saat ini capaian kepesertaan untuk sektor itu baru sebanyak 35.000 pekerja di Kota Palembang.
“Masih ada 16.000 pekerja lagi yang perlu kami kejar untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” katanya, senin (28/11/2022).
Ia mengatakan pihaknya sudah mengerahkan berbagai upaya untuk mencapai target itu. Mulai dari sosialisasi dan gandeng RT/RW hingga ke level provinsi, yakni kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kendala untuk menjangkau pekerja informal menjadi peserta program BP Jamsostek
Salah satunya, menyangkut keterbatasan sumber daya manusia (SDM) BPJS Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, BPJamsostek pun telah melakukan terobosan dengan membentuk agen perisai.
Perisai adalah agen-agen yang bertugas untuk mengedukasi, mensosialisasi, serta memberikan pemahaman program-program BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat di desa. Perisai diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Jaminan Sosial, tak peduli apapun profesi yang sedang dijalani.
Ia menambahkan, pihaknya pun mengapresiasi langkah Pemprov Sumsel dan perusahaan yang beroperasi di provinsi itu untuk mendukung peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengharapkan pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk tidak hanya memberikan perhatian pada pekerja formal semata, melainkan juga memberikan perhatian yang sama kepada para pekerja di sektor informal lainnya.
“Kita ingin masyarakat Sumsel itu nyaman dalam bekerja, apalagi kita melihat masyarakat Kabupaten/kota itu banyak sekali bekerja disektor non formal mulai dari pedagang kaki lima, buruh parkir, nelayan dan sebagainya. Mereka ini warga kita juga yang butuh perhatian yang sama dengan pekerja di sektor formal,” tegas Herman Deru.
Diakui Herman Deru, pihaknya telah menjalin kerja yang erat dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan. “Saya harapkan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Sumbagsel dapat harus melakukan inovasi dengan ide-ide brilian dalam mendukung kesuksesan program ketenagakerjaan di Sumsel,” pungkasnya. (Adi)

