Pangkogabwilhan I Pimpin Gladi Posko Latihan Kesiapsiagaan Gempa Megathrust di Bengkulu
Divianews.com | Bengkulu – Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin langsung geladi posko latihan kesiapsiagaan operasional penanggulangan bencana gempa bumi megathrust di Bengkulu. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana besar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Latihan tersebut melibatkan berbagai unsur TNI dan instansi terkait, di antaranya Kodam I/Bukit Barisan, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kodam XXI/Radin Inten, Koarmada II/Padang, Koopsud I, satuan Kodim, Lanal, Lanud, serta Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi Bengkulu, BMKG, dan Kantor SAR setempat.
Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menegaskan bahwa latihan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust, khususnya di wilayah rawan seperti Bengkulu.
“Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan seluruh unsur, baik TNI maupun instansi terkait, dalam merencanakan dan melaksanakan operasi penanggulangan bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus utama dalam geladi posko ini adalah meningkatkan kemampuan prosedur hubungan komandan dan staf, mulai dari tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan operasi bantuan kemanusiaan.
Selain itu, latihan juga menitikberatkan pada penanganan pengungsian warga terdampak serta distribusi bantuan logistik secara efektif. Hal ini dinilai krusial untuk meminimalkan dampak bencana dan memastikan keselamatan masyarakat.
Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanggulangan bencana skala besar seperti gempa megathrust.
“Kolaborasi yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat berjalan optimal dan mampu menekan risiko yang ditimbulkan,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana, termasuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah.
Melalui latihan ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat, serta mampu menjalankan langkah-langkah penanganan secara terpadu dan profesional demi keselamatan masyarakat. (adi)

