Danrem 044/Gapo Turun Langsung ikut Memadamkan Kebakaran Lahan, di Talang Jambe
Divianews.com | Palembang — Komandan Korem 044/Gapo, Brigjen TNI Khabib Mahfud, gelar patroli meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar area semak belukar dan perkebunan dekat permukiman warga di wilayah Talang Jambe perbatsan Palembang dan Banyuasin. Saat Patroli Danrem 044/Gapo juga didampingi Kasiops dan jajaran lainnya, serta melakukan koordinasi terhadap Pemadam, BPBD dan TNI AU.
Kebakaran yang melanda lahan seluas sekitar 1 hingga 2 hektar tersebut memicu kekhawatiran karena lokasinya berdekatan langsung dengan pemukiman penduduk di Kompleks Perumahan Surya Akbar 11 RT 24 RW 06, Jalan Lebak Sari, Talang Jambe Kota Palembang.
Selanjutnya berdasarkan pengecekan di lokasi lapangan lainnya, terdapat sedikitnya empat rumah warga yang berada di area terdampak langsung karhutla.
”Ditengah patroli kami menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya titik api di Talang Jambe. Bersama BPBD Kota, anggota Koramil di jajaran Banyuasin, serta Korem, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan menyekat pergerakan api agar tidak mendekati permukiman,” ujar Brigjen TNI Khabib Mahfud, minggu (04/10).
Lebih lanjut, dalam proses pemadaman, Brigjen TNI Khabib Mahfud yang ikut langsung memadamkan api mengungkapkan kendala utama di lapangan adalah kondisi tanah yang merupakan lahan gambut. Penurunan muka air tanah membuat bagian bawah permukaan lahan menjadi sangat kering meski tampak hijau di bagian atas.
”Tanah gambut ini membutuhkan proses pendinginan ekstra. Di permukaan mungkin api terlihat sudah padam, tetapi bara api di bawah tanah masih berpotensi memicu timbulnya titik api baru,” jelasnya.
Untuk mendukung proses pemadaman, tim gabungan memanfaatkan sumber air yang berada sekitar 500 meter dari lokasi kebakaran.
Sementara otu, menyikapi ancaman kebakaran yang dekat dengan rumah warga, Danrem 044/Gapo menginstruksikan seluruh jajaran Koramil dan pos siaga di wilayah rawan kebakaran untuk selalu dalam kondisi standby dan melakukan patroli secara berkala.
”Personel kita siagakan 24 jam dengan sistem tiga shift untuk melakukan patroli rutin serta merespons cepat setiap laporan masyarakat. Penanganan yang cepat sangat penting agar titik api bisa segera dilokalisir sebelum meluas,” tegasnya. (adi)
