Divianews.com | Palembang – Dalam upaya konkret menekan laju inflasi di Provinsi Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumsel secara resmi membuka kegiatan Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan di Terminal Kenten, Kecamatan Sako, Palembang.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Indonesia, Bulog, serta berbagai mitra perbankan dan BUMD, sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan pokok, memastikan ketersediaan pasokan, serta memberikan akses harga terjangkau bagi masyarakat.

“Operasi pasar murah bukan sekadar menjual dengan harga di bawah pasar. Ini adalah bentuk kehadiran negara, wujud nyata gotong royong untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang dalam sambutannya, kamis (18/09/2025)

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumsel, Hengki, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas tren inflasi Sumsel yang menunjukkan kenaikan dalam tiga minggu terakhir. Meskipun masih dalam batas wajar (sekitar 3,0%), langkah antisipatif tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas.

“Berkat sinergi antara Pemprov, BMD, dan Bank Indonesia, kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Sumsel bahkan menempati peringkat kedua secara nasional, namun stabilitas harga tetap harus dijaga,” jelas Hengki.

Pada kesempatan yang sama Kepala Perwakilan BI Sumsel yang diwakilkanDeputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Aries Permadi menambahkan bahwa ada sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama inflasi meliputi:

  • Bawang merah
  • Beras
  • Tomat
  • Minyak goreng
  • Ikan patin

Karena itu, pengendalian terhadap kelompok komoditas ini dinilai sangat relevan, dan menjadi fokus utama dalam operasi pasar murah yang dilaksanakan hari ini.

Dalam kegiatan ini, komoditas-komoditas penyumbang inflasi dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Langkah ini diharapkan dapat:

  • Menjaga stabilitas harga pangan,
  • Memastikan ketersediaan bahan pokok,
  • Membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia juga menyampaikan, Penyelenggaraan operasi pasar murah juga selaras dengan visi nasional dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Hal ini merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional “Nawacita dan Astacita” yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan TPIDSumsel telah melaksanakan berbagai langkah konkret dalam menjaga inflasi, melalui implementasi strategi 4K, yaitu:

  1. Keterjangkauan Harga.
  2. Ketersediaan Pasokan
  3. Kelancaran Distribusi
  4. Komunikasi Efektif

Lebih lanju Aries menegaskan bahwa seluruh langkah ini bertujuan menjaga agar inflasi tetap terkendali, daya beli masyarakat terjaga, dan bahan pokok tetap mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Sumatera Selatan.

“Dengan sinergi semua pihak, kita optimis dapat mewujudkan kestabilan inflasi sekaligus mendukung upaya swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, suasana OP sejak pagi telah ramai di serbu oleh warga yang ikut antre unutk membeli sejumlah kebutuhan dengan harga yang terjangkau. (adi)