Rehabilitasi Kulong Biru: Letjen Kunto Inisiasi Budidaya Ikan di Lahan Bekas Tambang
Divianews.com | Bangka Tengah – Pangkogabwilhan I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin langkah strategis dalam mengonversi lahan kritis bekas tambang timah menjadi kawasan produktif bernilai ekonomi. Melalui kunjungan kerja ke Danau Kulong Biru, Bangka Tengah, jenderal bintang tiga tersebut menginisiasi program budidaya ikan air tawar dan pertanian terpadu guna memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dalam peninjauan tersebut, Letjen Kunto didampingi Asisten Kas Kogabwilhan I, Dinas Perikanan Bangka Tengah, perangkat desa, serta tim teknis melakukan uji kelayakan lingkungan. Fokus utama pengecekan meliputi:
- Kadar Keasaman (pH): Memastikan parameter air mendukung ekosistem budidaya.
- Kualitas Air: Analisis kandungan kimia sisa aktivitas tambang.
- Stabilitas Sedimen: Pengecekan kondisi endapan lumpur di dasar danau.
Langkah teknis ini merupakan prosedur krusial untuk memastikan lahan bekas tambang memenuhi standar ekologis sebelum dilakukan penebaran benih maupun penanaman.
Sebagai tindak lanjut, Letjen Kunto menginstruksikan pelaksanaan tahapan treatment atau pengolahan air dan sedimen. Proses ini bertujuan untuk menormalisasi kadar pH dan menstabilkan kualitas air agar sesuai dengan standar budidaya ikan nasional.
“Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi kegiatan produksi perikanan dan pertanian,” sebagaimana tertuang dalam rencana strategis pengembangan kawasan tersebut.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Program pemanfaatan lahan terbengkalai ini bukan sekadar upaya rehabilitasi lingkungan, melainkan misi penguatan ekonomi kerakyatan. Dengan mengubah “lahan mati” menjadi pusat produksi, program ini diproyeksikan akan:
- Menciptakan Lapangan Kerja: Melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat lokal.
- Menjamin Ketahanan Pangan: Menyediakan sumber protein ikan dan hasil tani secara mandiri.
- Transformasi Kawasan: Mengubah citra danau bekas tambang dari kawasan terbengkalai menjadi pusat ekonomi produktif yang ramah lingkungan.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan teknisi ahli, Danau Kulong Biru diharapkan menjadi percontohan (pilot project) nasional dalam pemulihan lahan pascatambang yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
