Divianews.com | Palembang — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Program Sekolah Energi Berdikari berpartisipasi aktif dalam Festival Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumsel, 19–23 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk praktik pembelajaran berbasis lingkungan yang terintegrasi dengan pemanfaatan energi baru terbarukan dan teknologi tepat guna.

Dalam kegiatan tersebut, SMA Negeri 14 Palembang menampilkan berbagai inovasi pembelajaran ramah lingkungan hasil kolaborasi dengan Universitas Sebelas Maret. Karya yang dipamerkan meliputi pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi alternatif, pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, pembuatan briket arang dari daun kering, pengembangan pakan ternak berbasis maggot, hingga produksi sabun cuci piring dari daun pandan.

Selain itu, sekolah juga memperkenalkan penggunaan mesin pencacah daun kering, alat pengering dan penetas telur bertenaga surya, serta sistem misting spray berbasis Internet of Things (IoT) sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang menggabungkan aspek sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan.

Program Sekolah Energi Berdikari merupakan inisiatif Pertamina di bidang pendidikan yang telah berjalan sejak 2024, bertujuan mendukung pencapaian Sekolah Adiwiyata di Sumatera Selatan. Program ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus membentuk karakter pelajar yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui program tersebut, SMA Negeri 14 Palembang juga berperan sebagai sekolah pembina dengan mendampingi dua sekolah lain menuju Sekolah Adiwiyata melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye lingkungan. Hingga kini, program telah menjangkau 1.101 siswa dan 85 guru, serta berhasil menekan penggunaan botol plastik sekali pakai melalui penerapan kebiasaan menggunakan tumbler sejak 2024.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan dukungan berupa penyediaan fasilitas energi baru terbarukan, pelatihan pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pendampingan berkelanjutan menuju Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Dukungan ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang bersih, tertata, dan kondusif.

Kepala SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Pertamina memberikan dampak nyata bagi pengembangan sekolah.

“Kolaborasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat membantu kami dalam mencapai Sekolah Adiwiyata tingkat mandiri. Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain,” ujarnya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Program Sekolah Energi Berdikari merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.

“Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, kami berkomitmen menghadirkan inisiatif yang berkelanjutan dan berdampak langsung. Sekolah Energi Berdikari menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat pendidikan berkualitas sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini,” kata Rusminto.

Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (adi)