Ratusan Mahasiswa Ikuti Road to LIKE IT 2026 di Palembang, BI Dorong Literasi Jadi Investasi Nyata
Divianews.com | Palembang — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Road to Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 Series #1 Palembang bertema “Dari Literasi Menuju Investasi, Bangun Masa Depan Mulai Hari Ini” di Graha Universitas Sriwijaya (Unsri), Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan mahasiswa Universitas Sriwijaya dari berbagai jurusan, serta mahasiswa dari beberapa Kampus lain di Palembang.
Kepala BI Sumatera Selatan, Bambang Pramono, kamis (16/04/2026) menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong generasi muda tidak hanya memahami literasi keuangan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam bentuk investasi yang produktif.
“Harapannya, ketika literasi mereka sudah terbuka, mereka akan semakin banyak melakukan investasi. Dana tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, program LIKE IT merupakan kolaborasi antara BI, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dilaksanakan secara berkeliling ke berbagai daerah dengan potensi besar, khususnya daerah yang memiliki banyak anak muda.
“Kami berempat berkolaborasi turun langsung ke daerah-daerah yang potensial, terutama yang anak mudanya banyak dan memiliki peluang besar untuk berinvestasi. Selain kegiatan tatap muka, edukasi juga dilakukan secara daring,” katanya.
Dalam jangka pendek, BI menargetkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap produk dan risiko keuangan, termasuk bahaya investasi ilegal seperti judi online.
“Yang penting mereka paham dulu, termasuk risiko-risikonya. Jangan sampai mereka terjebak ke aktivitas seperti judi online,” tegas Bambang.
Sementara dalam jangka panjang, literasi keuangan yang kuat diharapkan mampu mendukung kemandirian pembiayaan, baik bagi individu maupun negara.
“Ke depan, ketika pemerintah membutuhkan dana atau masyarakat ingin mengembangkan usaha, mereka sudah tahu bagaimana mengakses instrumen keuangan. Jadi tidak perlu lagi bergantung pada pinjaman luar negeri, cukup melalui instrumen seperti obligasi,” jelasnya.
Menurut Bambang, pemahaman tentang investasi dan instrumen keuangan tidak terbatas pada mahasiswa ekonomi saja, melainkan penting bagi seluruh disiplin ilmu.
“Ini harus dipahami semua kalangan, tidak hanya mahasiswa ekonomi. Karena investasi dan keuangan itu menyentuh semua sektor,” pungkasnya. (adi)

