Jaga Harga, Pemprov Sumsel dan BI Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Idulfitri
Divianews.com | Palembang — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan perdana dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Komplek Ilir Barat Permai, Palembang.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan, langkah tersebut merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi yang mulai meningkat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Sumatera Selatan pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,36 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan 0,58 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 3,33 persen (yoy) dan 0,05 persen (mtm). Secara historis, periode Ramadan dan Idulfitri memang kerap memicu kenaikan harga, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Untuk menekan tekanan harga tersebut, OPM digelar di empat lokasi selama Ramadan 2026. Selain di Komplek Ilir Barat Permai pada 5 Maret 2026, kegiatan juga dijadwalkan berlangsung di Halaman UPTD Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan pada 10 Maret 2026, Halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada 11 Maret 2026, serta di TPA Sukawinatan pada 17 Maret 2026.
Dalam setiap pelaksanaan OPM, pemerintah menyediakan 14 komoditas pangan strategis dengan harga subsidi. Program ini didukung oleh Bank Indonesia, sejumlah BUMN dan BUMD, serta instansi vertikal terkait. Besaran subsidi berkisar antara Rp4.000 hingga Rp20.000 per kilogram untuk masing-masing komoditas.
Adapun komoditas yang dijual dengan harga subsidi meliputi minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih, berbagai jenis cabai, daging ayam ras, daging beku, serta aneka ikan. Sementara itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp56.000 per kemasan 5 kilogram dengan dukungan subsidi ongkos angkut dan alokasi sekitar 8 ton di setiap titik kegiatan.
Secara keseluruhan, total komoditas yang disalurkan pada empat titik OPM mencapai 32 ton beras SPHP, sekitar 9.000 liter minyak goreng, sekitar 2,2 ton telur ayam, sekitar 1,7 ton daging ayam ras, serta berbagai komoditas pangan lainnya dalam jumlah besar untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.
Selain Operasi Pasar Murah, Pemprov Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan ini dilaksanakan pada 3 Maret 2026 di halaman Masjid Ar Rahman Talang Kelapa dan akan kembali digelar pada 12 Maret 2026 di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan.
Upaya pengendalian inflasi tersebut juga diperkuat melalui inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional, pengawasan terhadap distributor dan produsen, serta pemantauan stok dan distribusi pangan. Kegiatan ini dilakukan bersama Satgas Pangan dan TPID kabupaten/kota untuk mencegah praktik penimbunan sekaligus memastikan kelancaran pasokan.
Sinergi lintas sektor tersebut merupakan bagian dari implementasi strategi pengendalian inflasi nasional yang dikenal dengan konsep 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga inflasi daerah tetap berada dalam sasaran nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen, sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman, tenang, dan penuh keberkahan. (adi)
