Sebanyak 75 Anggota DPRD Sumsel Menjalani Vaksinasi Pertama  

161 views

75 orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan menjalani vaksinasi Covid-19

Divianews.com | Palembang — Sebanyak 75 orang anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan  menjalani  vaksinasi Covid-19 tahap pertama,  Senin (15/3). Kegiatan pelaksanaan vaksinasi juga mengikutsertakan para staf dan pegawai dari Sekretariat DPRD Sumsel.

Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati,SH,MH, mengatakan pelasanaan vaksinasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk pencegahan penyebaran pandemi Covid-19 di Sumsel.

Ia menegaskan terkait vaksinasi, seharusnya Pemerintah  proaktif jemput bola karena vaksin juga sangat dibutuhkan masyarakat. Karena tidak seluruh masyarakat yang bisa menerima jatah vaksin dari pemerintah

“Pemerintah juga harus proaktif jemput bola karena vaksin juga sangat dibutuhkan masyarakat. Karena tidak seluruh masyarakat yang bisa menerima jatah vaksin dari pemerintah,” kata Ketua DPRD Sumsel, Hj RA Anita Noeringhati,SH,MH.

Politisi Partai Golkar  menyatakan terima kasihnya dengan telah di vaksinnya anggota dan staf DPRD Sumsel.

“DPRD selaku presentasi dari masyarakat yang tidak bisa tidak harus bertemu dan menyapa secara langsung konstituennya. Sehingga kamipun mempersiapkan diri untuk menerima aspirasi masyarakat, salah satunya bentengnya dengan vaksinasi,” kata mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumsel ini.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat meninjau langsung prlaksanaan vaksinasi berharap jika telah di vaksinasi para anggota dewan akan dapat lebih aktif melayani masyarakat.

“Setelah ini vaksinasi akan ditujukan kepada tenaga pendidik negeri dan swasta, termasuk juga ke tenaga pengajar di pondok pesantren. Yang apabila telah seluruhnya divaksin akan menyongsong sekolah secara luring atau tatap muka,” katanya.

Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumsel, H Mgs Syaiful Padli,ST,MM menilai  pemberian vaksin ini sebagai salah satu ikhtiar dan sebagai warga negara, dirinya siap menjadi bagian menyukseskan program pemerintah. Meskipun untuk DPRD Sumsel sebagai bagian pejabat publik vaksinasi ini termasuk agak terlambat.

Hanya saja, meski telah divaksinasi, Syaiful mengingatkan bukan berarti membuat penerapan protokol kesehatan (prokes) terkait pandemi Covid-19 menjadi kendor. (ADV)

 

Bagikan :

Posting Terkait