HUT Sumsel ke 75 Tahun, DPRD Setujui Perda Bangunan Pakai Corak Khas Sumsel

103 views

Divianews.com | Palembang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  menyetujui usulan Peraturan Daerah dari Pemerintah Provinsi Sumsel terkait arsitektur bangunan yang memakai corak atau ornamen budaya ciri khas Sumsel.

Perda ini secara resmi dilaunching pada Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT Provinsi Sumsel ke 75 di Gedung DPRD Sumsel, Selasa (18/5).

Menurut Ketua DPRD Sumsel Hj RA Anita Noeringhat,  jika Anggota DPRD Sumsel mensetujui Perda infrastruktur, perda kearifan lokal pembangunan budaya Sumsel yang berornamen dengan budaya Sumsel.

“Jadi setiap bangunan itu wajib memakai atau memiliki ornamen yang bercorak Sumsel seperti pemakaian Tanjak pada gerbang pintu masuk seperti di Griya Agung,” kata Anita, Selasa (18/5) usai rapat paripurna DPRD Sumsel.

Menurut politisi Partai Golkar ini, tidak hanya gedung baru yang harus memiliki ornamen khas Sumsel, gedung lama juga wajib juga memasang ornamen tersebut.

“Tapi gedung lama tidak harus dibongkar, bisa di tambah paling tidak ada di gerbangnya seperti pemasangan tanjak,”  katanya.

Sedangkan Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru mengatakan, dilaunchingnya perda yang mengatur tentang arsitektur termasuk logo tanjak, akan langsung dilaksanakan baik di gedung baru dan gedung lama.

Pada kegiatan yang berbalut nuansa kental budaya Sumsel itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur H Mwardi Yahya menyebutkan bahwa  Peraturan Daerah (Perda) tentang Arsitektur Bangunan Gedung Berornamen Budaya Sumsel, segera direalisasikan.  Perda tersebut dibentuk agar budaya Sumsel terus lestari sehingga dapat bermanfaat untuk generasi penerus.

“Ini upaya kita untuk mempertahankan dan mengembangkan kearifal lokal di Sumsel. Sejarah dan budaya tidak boleh kita lupakan, karena adanya sejarah dan budaya tersebut Sumsel bisa berkembang seperti sekarang ini,” kata Herman Deru.

Dia menuturkan, salah satu yang saat ini mulai dilaksanakan adalah pembangunan ornament tanjak di setiap gerbang, gedung dan tempat lainnya yang ada di Sumsel. Hal itu dilakukan untuk memperkenalkan identitas Sumsel.

“Perda ini dibuat agar jati diri Sumsel semakin dikenal luas, sekaligus juga semakin menghidupkan dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Sumsel ini. Salah satunya logo tanjak sudah kita laksanakan. Baik gedung baru ataupun yang telah lama berdiri kita buat ada ornament tanjaknya,” terangnya. (ADV)

 

 

Bagikan :

Posting Terkait