Divianews.com | Jogjakarta – Suasana sejuk dan asri menyambut para peserta kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumsel saat menjajal wisata offroad di kawasan Hutan Pinus Becici, Watu Mabur, hingga Kebun Buah Mangunan, Bantul, Yogyakarta, Jumat (26/09).

Kegiatan yang diikuti puluhan wartawan ekonomi dari berbagai media di Sumatera Selatan ini dimulai pukul 08.00 WIB. Para peserta berangkat dari Hotel Novotel Malioboro menuju kawasan wisata hutan pinus menggunakan mobil pribadi dan bus, sebelum berganti dengan mobil jeep untuk memasuki jalur wisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan, Bambang Pramono turut serta dalam petualangan ini, membaur bersama para jurnalis menaiki mobil tua jeep dan menikmati suasana alam perbukitan yang asri.

Rangkaian perjalanan dimulai dari Hutan Pinus Becici, yang dikenal dengan lanskap rindang dan hawa sejuknya. Ratusan pohon pinus menjulang tinggi memberikan keteduhan dan kenyamanan bagi siapa pun yang melintasi jalur ini. Perjalanan pun berlanjut ke kawasan Watu Mabur, spot populer di lereng bukit yang menyuguhkan panorama spektakuler dari ketinggian. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk berfoto dan menikmati keindahan alam.

Namun petualangan sesungguhnya dimulai ketika mobil jeep melintasi jalur offroad. Medan terjal, berlumpur, dan curam menjadi tantangan tersendiri. Jeritan dan tawa lepas terdengar dari peserta saat jeep melaju di jalur yang memacu adrenalin. Uniknya, suasana penuh semangat ini melibatkan semua kalangan, tanpa memandang usia maupun jabatan.

Perjalanan semakin menantang saat jeep melintasi aliran sungai berbatu. Meski ekstrem, pengalaman ini justru menjadi daya tarik tersendiri yang membekas bagi para peserta.

Salah satu jurnalis dari media Divianews.com, Adi Asmara, mengaku terkesan dengan perjalanan ini. Menurutnya, kawasan wisata alam seperti ini dapat menjadi contoh pengembangan daerah berbasis potensi lokal.

“Hutan yang terlihat hanya kawasan biasa, tapi karena masyarakatnya sadar wisata, sekarang menjadi aset berharga yang menghasilkan. Sumsel sebenarnya punya potensi serupa, seperti Pagaralam dan Danau Ranau,” ujar Adi.

Adi menambahkan, kedua lokasi wisata di Sumsel tersebut butuh perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah, terutama dalam hal infrastruktur dan aksesibilitas.

“Saat ini, perjalanan ke lokasi-lokasi wisata di Sumsel masih memakan waktu lama, hingga 6 jam dan belum ada sarana dukungan lain selain pesona alamnya. Perlu solusi untuk mempersingkat akses serta sarana huburan lain agar wisatawan tertarik berkunjung,” katanya.

Tak hanya alam, Adi juga menyinggung potensi kawasan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, yang pernah menjadi tuan rumah ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games. Namun menurutnya, perlu terobosan lebih agar kawasan ini bisa berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Bambang Pramono, selaku Kepala Perwakilan BI Sumsel, menilai kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang kebersamaan, tetapi juga sebagai inspirasi untuk pengembangan wisata di Sumatera Selatan.

“Kita bisa belajar dari Yogyakarta. Ketika wisata hidup, sektor lain ikut bergeliat, terutama UMKM. Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius mengembangkan potensi wisata di Sumsel,” ujar Bambang.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam mengelola dan mempromosikan wisata alam seperti Hutan Pinus Becici.

“Dari hutan pinus ini, ekonomi lokal bergerak. Anak-anak muda pun terlibat langsung dalam pengelolaan dan pelestarian. Ini jadi contoh bahwa wisata bukan hanya soal tempat, tapi juga kesadaran kolektif,” pungkasnya.

Dari kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi dan Bisnis Sumsel ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara media, BI, dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor wisata dan ekonomi di Sumatera Selatan.

Penulis: Adi Asmara