RSUD Lahat Resmikan Pengembangan Layanan Cuci Darah
Divianews.com | Lahat — Pemerintah Kabupaten Lahat resmi meresmikan pengembangan layanan dialisis atau cuci darah di RSUD Lahat, Senin (11/5/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya penderita gagal ginjal kronis.
Peresmian yang berlangsung di lingkungan RSUD Lahat tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD Lahat, tenaga medis, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan BPJS Kesehatan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dengan pengembangan layanan tersebut, kapasitas ruang hemodialisis RSUD Lahat meningkat dari sebelumnya 10 tempat tidur menjadi 18 tempat tidur. Penambahan fasilitas ini juga diperkuat dengan penambahan mesin hemodialisis dan tenaga kesehatan, sehingga kini rumah sakit mampu melayani hingga 36 pasien per hari.
Dalam sambutannya, Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa pengembangan layanan dialisis menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Kami ingin masyarakat Lahat tidak lagi merasa jauh dari pelayanan kesehatan yang memadai. Dengan adanya pengembangan layanan dialisis ini, masyarakat dapat memperoleh pelayanan cuci darah secara lebih cepat, aman, dan nyaman,” ujar Bursah.
Ia menambahkan, sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam visi pembangunan daerah, seiring upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, mengapresiasi langkah RSUD Lahat yang dinilai telah lama dinantikan masyarakat. Ia menyebut kehadiran layanan hemodialisis menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini harus berobat ke luar daerah.
“Alhamdulillah mesin cuci darah sudah ada di Kabupaten Lahat. Pemerintah juga sangat memahami kebutuhan masyarakat yang membutuhkan layanan ini. Ke depan, kami berharap mesin hemodialisis dapat terus ditambah agar pelayanan semakin meningkat,” katanya.
Di sisi lain, pihak RSUD Lahat menjelaskan bahwa pengembangan layanan dialisis sebenarnya telah dipersiapkan sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Mei 2024. Namun, proses pengembangannya sempat terkendala persoalan administrasi, terutama izin lingkungan yang diketahui telah kedaluwarsa sejak 2019.
Setelah dilakukan percepatan administrasi, izin lingkungan akhirnya rampung pada Desember 2025. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan proses validasi dari Kementerian Kesehatan serta kerja sama pelayanan bersama BPJS Kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Lahat, Dina Ekawati, mengatakan pengembangan layanan dilakukan untuk menjawab meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang lebih modern dan profesional, khususnya bagi pasien gagal ginjal kronis.
“Dengan adanya tambahan fasilitas dan penguatan layanan dialisis, kami berharap pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih maksimal dan profesional,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Lahat, Nanda Pinola Harahap, turut mengapresiasi peningkatan layanan kesehatan di RSUD Lahat. Menurutnya, modernisasi sistem pelayanan berbasis teknologi informasi juga perlu terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin efektif dan berkualitas.
Ia berharap layanan hemodialisis di Kabupaten Lahat ke depan dapat berkembang menjadi salah satu pusat layanan cuci darah terbesar di Sumatera Selatan.
Peresmian pengembangan layanan dialisis ditutup dengan peninjauan langsung ruang hemodialisis oleh Bupati dan Wakil Bupati Lahat bersama jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, serta tamu undangan lainnya. (Lh)

