Divianews.com | Kalimantan – Rangkaian Kegiatan Jelajah Wilayah IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I yang mengusung tema “Rajutan Ketahanan Pangan” resmi memasuki tahap akhir melalui kunjungan ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Program yang dipimpin Ketua IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo, bersama Wakil Ketua dan jajaran pengurus ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, pemberdayaan masyarakat, serta pelestarian budaya di wilayah kerja Kogabwilhan I.

Kegiatan yang menjangkau wilayah dari Kepulauan Natuna hingga Pulau Kalimantan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan keluarga besar TNI dan masyarakat, meninjau program ketahanan pangan, mensosialisasikan teknologi tepat guna, serta memperluas wawasan kebangsaan melalui pengenalan keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan kekayaan alam daerah.

“Kegiatan Jelajah Wilayah ini merupakan wujud komitmen IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah Kogabwilhan I. Melalui program ini, kami ingin mendorong kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian potensi daerah yang menjadi kekuatan bangsa,” ujar Ketua IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I, Ny. Mia Kunto Arief Wibowo.

Dukung UMKM dan Pelestarian Wastra Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Tengah, rombongan melakukan peninjauan pada Kalteng Wastra Festival, sebuah ajang budaya dan ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Tengah.

Festival tersebut menjadi wadah promosi berbagai produk kerajinan khas daerah, termasuk kain tenun Dayak dan beragam wastra tradisional Kalimantan Tengah. Selain memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas, kegiatan ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) sektor kerajinan.

Peninjauan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian warisan budaya daerah.

Menyaksikan Langsung Konservasi Orangutan Dunia

Masih di Kalimantan Tengah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, kawasan konservasi seluas sekitar 415.000 hektare yang dikenal sebagai salah satu pusat konservasi orangutan terbesar di dunia dan mendapat julukan “Ibu Kota Orangutan Dunia.”

Dalam kunjungan tersebut, rombongan berkesempatan melihat secara langsung kehidupan orangutan di habitat alaminya, mulai dari aktivitas mencari makan, berinteraksi, hingga proses rehabilitasi yang dilakukan oleh para peneliti dan konservator.

Kunjungan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan Kalimantan sebagai habitat satwa liar yang dilindungi sekaligus sebagai salah satu paru-paru dunia.

Menelusuri Kearifan Lokal di Pasar Terapung Lok Baintan

Sementara itu di Kalimantan Selatan, rangkaian kegiatan diawali dengan susur Sungai Martapura yang memperlihatkan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Banjar yang telah lama bergantung pada sungai sebagai jalur utama aktivitas sehari-hari.

Salah satu destinasi yang dikunjungi adalah Pasar Terapung Lok Baintan, ikon wisata budaya Kalimantan Selatan yang mempertahankan tradisi perdagangan di atas perahu atau jukung. Di pasar ini, para pedagang yang dikenal dengan sebutan acil menjual beragam komoditas seperti hasil pertanian, sayuran segar, kuliner khas Banjar, dan produk lokal lainnya langsung dari atas perahu.

Keberadaan pasar terapung yang telah berlangsung selama berabad-abad tersebut menjadi gambaran nyata ketangguhan masyarakat Banjar dalam membangun sistem ekonomi berbasis kearifan lokal.

Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Teknologi BIOS 44

Sebagai bagian dari agenda utama Jelajah Wilayah, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I juga menggelar tatap muka dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan untuk membahas penguatan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian BIOS 44.

Pertemuan tersebut difokuskan pada sosialisasi penggunaan pupuk hayati multifungsi BIOS 44 yang dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sintetis.

Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pemanfaatan lahan gambut di Kalimantan agar lebih produktif.

“Melalui sinergi dengan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, kami berharap pemanfaatan teknologi BIOS 44 dapat semakin luas diterapkan oleh para petani sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah,” kata Ny. Mia Kunto Arief Wibowo.

Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan menyambut positif program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti penerapannya melalui pendampingan serta penguatan implementasi di lapangan.

Melalui rangkaian Jelajah Wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan I tidak hanya memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia.

Editor: Adi